BogorOne.co.id | Kota Bogor – Kota Bogor mencatat angka putus sekolah yang cukup tinggi pada tahun 2024. Data dari Dinas Pendidikan Kota Bogor menunjukkan sebanyak 599 siswa tidak melanjutkan pendidikan selama periode tersebut.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Rezky Kartika, menyatakan keprihatinannya atas kondisi ini. Menurut Rezky, tidak boleh ada anak di Kota Bogor yang tidak mendapatkan akses pendidikan.
“Dengan tujuan pembangunan adalah menciptakan kota pendidikan, maka adanya kejadian ini sangat memprihatinkan. Sehingga kedepannya, tidak boleh ada anak yang tidak bisa bersekolah di Kota Bogor,” kata Rezky.
Sebagai anggota DPRD dari Dapil Kecamatan Bogor Selatan, Rezky mengaku beberapa kali menemukan kasus putus sekolah di wilayahnya.
Oleh karena itu, DPRD akan mendorong Dinas Pendidikan untuk memperkuat Program Jaringan Anti Putus Sekolah (Japati).
“Tentu kami akan mendorong program yang sudah baik ini dengan harapan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah,” ujarnya.
Rezky menegaskan DPRD Kota Bogor akan terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan menyusun program tambahan guna menekan angka putus sekolah.
“Kami di Komisi IV juga akan terus memantau perkembangan isu ini kedepannya dan menyusun program tambahan jika diperlukan agar bisa mengentaskan isu ini secepatnya,” pungkasnya. (Res)























Discussion about this post