BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Provinsi Jawa Barat mencatat jumlah kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi di Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat, dr. Vini Adiani Dewi, dalam kegiatan sosialisasi TBC yang digelar di Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Rabu (11/6/2025).
“Jawa Barat tercatat tertinggi pengidap TBC di Indonesia, dengan Kabupaten Bogor dan Cirebon sebagai wilayah dengan jumlah kasus terbanyak,” ujar dr. Vini.
Ia menjelaskan, tingginya angka TBC di Kabupaten Bogor berkaitan erat dengan jumlah penduduk yang besar. Namun, menurutnya, angka temuan kasus yang tinggi justru menjadi indikator positif dalam upaya pengendalian penyakit.
“Semakin banyak ditemukan, semakin baik untuk mencegah dan memutus rantai penularan,” jelasnya.
Dinas Kesehatan Jawa Barat menargetkan penemuan dan penanganan 234.000 kasus TBC di seluruh kabupaten dan kota sepanjang tahun 2025. Untuk itu, masyarakat diminta lebih proaktif dalam mendeteksi gejala TBC.
“Masyarakat Jabar jangan menunggu parah, segera periksa ke fasilitas kesehatan karena pengobatan TBC gratis,” tegas dr. Vini.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa TBC masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan di dunia.
“Setiap lima menit, dua nyawa melayang karena TBC. Penanganan cepat sangat penting. Saat kasus ditemukan, saat itu juga pencegahan bisa dimulai,” kata Budi.
Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar satu juta kasus TBC di Indonesia, baru 850.000 kasus yang berhasil ditemukan. Budi juga menyoroti masih adanya stigma sosial terhadap penderita TBC yang membuat sebagian pasien enggan mencari pengobatan.
“Banyak pasien malu berobat, padahal bila ditangani cepat bisa sembuh,” ujarnya.
Pemerintah pusat dan daerah terus menekankan pentingnya deteksi dini, pencegahan, dan pengobatan TBC. Penyakit ini bisa disembuhkan sepenuhnya dengan pengobatan yang tersedia gratis di fasilitas kesehatan.
Reporter : Yudi. S
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post