BogorOne.co.id | Kelapanunggal – Dalam kegiatan Rebo Keliling (Boling) Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, Kecamatan Klapanunggal bisa jadi sentra produksi kopi di wilayah Bogor Timur. Dia berjanji akan dorong untuk mendapatkan bantuan
Ade Yasin mengatakan, luas wilayah Kecamatan Klapanunggal yakni 70,57 Kilometer Persegi atau 2,36 persen luas Kabupaten Bogor, dan dikategorikan sebagai wilayah pertanian perkotaan dan industri.
Menurut dia, di bidang pertanian masuk dalam zona pengembangan urban agriculture. Meskipun kawasan industri, Kecamatan Klapanunggal juga memiliki potensi perekonomian yang berasal dari alam yaitu manggis, kopi, tubruk, dan lain-lain.
“Klapanunggal punya potensi sebagai daerah industri, dan ternyata potensi pertanian juga ada seperti komoditas kopi. Bahkan bisa jadi pusat produksi kopi di wilayah Bogor Timur,” kata Ade Yasin.
Untuk mewujudkan itu kata Ade Yasin, pemerintah tentunya akan mendampingi agar hasil panennya lebih baik, kemudian memfasilitasi bantuan dari dinas-dinas terkait. “Jadi akan terus kita dorong agar produksi kopi di Klapanunggal bisa sukses,” jelasnya.
Potensi lainnya, lanjut Ade, seperti wisata, diantaranya Gua Gunung Karang, setu, pemandian mata air, namun belum dikelola maksimal dan belum memiliki desa wisata. Jadi masih harus dibenahi.
“Pembenahan tersebut termasuk infrastruktur, pengelolaannya, status tanah dan lain-lain,” tambah adik mantan Bupati Bogor Rahmat Yasin itu.
Tak hanya itu, terapi dia juga mengatakan bahwa diwilayah tersebut banyak desa yang belum membentuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).
“Jadi kita arahkan agar segera membentuk Bumdes seperti desa wisata dan akan kita beri kemudahan. Dengan adanya pendapatan desa, maka nantinya bisa memmbangun desa lebih baik dan lebih maju,” tandas Ade.
Boling tersebut, turut dihadiri Wakil Bupati Iwan Setiawan, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah hadir secara luring di Club House PT. SBI, Klapanunggal, Rabu (16/06/21).
Kegiatan rutin Bupati untuk menyerap aspirasi langsung dari pemerintah wilayah dan masyarakat secara langsung itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Donn)
























Discussion about this post