BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Dalam menghadapi bonus demografi Karang Taruna (Katar) Kabupaten Bogor gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar Karang Taruna (PKD-KT) untuk mempersiapkan pemuda masa depan yang berkualitas.
Hal itu diungkapkan Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan. Menurut dia, PKD-KT tersebut bertujuan tidak hanya menjadikan pemuda yang berkualitas, tapi juga menciptakan instruktur baru dari para pengurus.
“PKD-KT ini bukan hanya meningkatkan kapasitas pengurus saja, tapi bagaimana kita ingin menciptakan instruktur baru. Karena ke depan kita akan PKD-KT di 40 Kecamatan,” ujarnya, Sabtu 2 Agustus 2025.
Pria yang juga legislator di Bumi Tegar Beriman itu mengungkapkan, bahwa para pengurus yang memiliki kepakaran khusus, akan didistribusikan untuk menjadi instruktur yang kompeten pada saat mengisi PKD-KT tingkat Kecamatan.
“Nanti akan dipilih, siapa yang memiliki kepakaran pada beberapa materi PKD-KT,” ungkapnya.
Dirinya menegaskan, bahwa PKD-KT itu juga merupakan investasi masa depan bagi para pengurus dalam menghadapi bonus demografi dan tantangan global.
Masih kata dia, peningkatan Sumberdaya Manusia (SDM) para pengurus itu, tidak akan langsung dirasakan, tapi akan bisa sangat dirasakan setelah beberapa tahun ke depan.
“PKD-KT ini dilaksanakan untuk menjawab bonus demografi, di 2030 nanti kita perlu diberikan peningkatan kualitas karena investasi SDM itu sangat penting. Kalau tahun ini kita bentuk, 5 atau 10 tahun mendatang akan dirasakan,” ungkapnya.
Politisi Partai besutan Presiden Prabowo Subianto itu juga mengatakan, bahwa pemuda yang tidak memiliki kapasitas dan kemampuan khususnya di masa depan akan memperpanjang pengangguran yang mengakibatkan kriminalitas.
Ia menuturkan, kalau tidak siap dalam menghadapi bonus demografi maka akan timbul persoalan sosial baru. Kalau pemuda tidak punya kapasitas, maka timbul masalah baru yang namanya pengangguran.
“Kalau ada pengangguran maka ada kemiskinan, kalau ada kemiskinan maka timbul masalah kriminalitas,” tandasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post