BogorOne.co.id | Kota Bogor – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor berencana menggabungkan 23 Sekolah Dasar Negeri (SDN) menjadi 11 sekolah pada 2025. Kebijakan tersebut diambil untuk mengatasi kekurangan guru dan murid, sekaligus menjaga mutu pendidikan.
Kadisdik Kota Bogor, Herry Karnadi, menyampaikan penggabungan sekolah dilakukan karena dua faktor utama.
“Pertama, sejumlah sekolah kekurangan murid akibat lokasi yang berdekatan. Kedua, adanya pembatasan perekrutan tenaga honorer, khususnya guru,” kata Herry, belum lama ini.
Pada tahap awal, Disdik akan menggabungkan dua hingga tiga sekolah menjadi satu. Guru dari sekolah yang digabung akan disatukan, disertai pemadatan rombongan belajar (rombel).
“Misalnya, SDN A memiliki 12 murid kelas 1 dan SDN B memiliki 25 murid di kelas yang sama. Setelah digabung, akan menjadi satu kelas berisi 37 murid. Dalam aturan, jumlah siswa per kelas bisa mencapai 40 orang. Jadi, cukup satu guru saja,” jelasnya.
Herry menambahkan, Disdik juga akan memaksimalkan mahasiswa magang Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari Universitas Pakuan dan UIKA Bogor untuk mengajar minimal satu semester.
Selain itu, pembelajaran daring akan dimanfaatkan dengan guru mengajar dari satu lokasi, seperti kantor Disdik, dan disiarkan ke sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar.
“Semoga cara ini bisa membantu, terutama untuk guru Matematika dan Agama Islam yang jumlahnya kurang,” ujarnya.
Disdik juga berencana menyiapkan guru melalui sistem e-procurement. Profil guru akan ditampilkan di situs resmi Disdik dengan syarat terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Skema ini memungkinkan gaji guru dibayar dari dana BOS APBN, bukan APBD, seperti yang sudah diterapkan di Kota Bandung,” katanya.
Herry menargetkan proses administrasi merger sekolah selesai pada Agustus 2025. Penggabungan fisik gedung sekolah akan dilakukan secara bertahap setelahnya.
“Proses ini cukup panjang dan merupakan rencana lama yang harus mendapat persetujuan Kemendikdasmen. Yang pasti layanan pendidikan harus tetap berjalan optimal,” pungkasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post