BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan optimalisasi pemantauan kualitas udara berbasis kemitraan sosial dan insentif lokal.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Konservasi dan Perubahan Iklim (PPLKPI) DLH Kota Bogor, Muhammad Haris, mengatakan langkah ini diambil karena keterbatasan perangkat pemantauan. Saat ini, Kota Bogor hanya memiliki satu alat pantau kualitas udara yang ditempatkan di Gedung DPRD Kota Bogor.
“Selain keterbatasan alat, kesadaran masyarakat terkait kualitas udara juga masih rendah. Karena itu, kami mengoptimalkan peran warga dalam pemantauan sekaligus memberikan stimulasi berupa insentif,” ujar Haris, pada Rabu 20 Agustus 2025.
Sebagai inovasi, DLH memberikan insentif berupa satu kilogram beras bagi warga yang melaporkan aktivitas penyebab polusi, seperti pembakaran sampah, melalui Command Center DLH.
Laporan tersebut akan diverifikasi, sementara pihak yang dilaporkan akan mendapat edukasi dan teguran. Jika pelanggaran berulang, Satpol PP akan dilibatkan untuk menegakkan Perda Trantibum.
Pilot project pertama dilaksanakan di Kelurahan Cilendek Timur. Program ini didukung penuh oleh lurah setempat, Dedy Rusmana, serta partisipasi aktif warga.
“Mudah-mudahan berjalan lancar dengan dukungan semua pihak, termasuk media. Anggaran kami manfaatkan melalui CSR, dukungan NGO peduli lingkungan, serta Perumda Tirta Pakuan,” jelas Haris.
Haris menegaskan, masyarakat harus menghentikan kebiasaan membakar sampah. Meski kualitas udara Kota Bogor saat ini masih tergolong baik, tren lima tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan.
“Jika tidak ada langkah nyata, kualitas udara bisa semakin menurun. Program ini juga memperkuat surat edaran Wali Kota Bogor tahun 2025 tentang larangan pembakaran sampah,” katanya.
Lurah Cilendek Timur, Dedy Rusmana, menyambut baik inisiatif DLH. Menurutnya, kegiatan ini diikuti para ketua RW dan perwakilan warga dari 12 RW.
“Kami juga dipinjamkan alat pemantau kualitas udara dengan radius 1–2 kilometer. Alhamdulillah, warga Cilendek Timur sudah tidak lagi membakar sampah. Tinggal bagaimana kami terus memantau dan melakukan sosialisasi,” ujar Dedy.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post