BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Beberapa tenda penampungan sementara korban gempa telah dibangun, termasuk memanfaatkan Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal.
Hingga Selasa, 23 September 2025 para pengungsi masih sangat memerlukan dukungan berupa pasokan makanan, selimut penghangat, serta obat-obatan untuk dapat bertahan hidup di tempat pengungsian.
Tidak kurang dari 127 bangunan rumah dan dua tempat ibadah (musala) mengalami kerusakan dampak dari gempa bumi yang mengguncang Kampung Cianten, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Dadi Suryadi, anggota BPD Desa Purasari, menyebutkan data kerugian tersebut pada hari Senin, 22 September 2025.
“Kerusakan yang terjadi meliputi 127 rumah dan dua mushola,” ungkap Dadi.
Kompol Maryanto selaku Kapolsek Leuwiliang yang melakukan peninjauan ke lokasi kejadian memastikan bahwa tidak terdapat korban meninggal dunia dalam kejadian ini. Meski demikian, karena masih terjadinya gempa susulan, penduduk memutuskan untuk mengungsi ke lokasi yang mereka anggap lebih aman.
“Total 127 rumah mengalami kerusakan dengan satu rumah mengalami kerusakan parah, namun tidak ada korban jiwa. Akibat masih adanya gempa susulan, masyarakat tidak berani tinggal di rumah mereka dan memilih mendirikan tenda di berbagai lokasi,” terang Kompol Maryanto.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post