BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Di sela deretan tanaman hijau di lahan percobaan IPB University, tampak rumpun cabai mungil yang mencuri perhatian. Warnanya beragam, kuning, ungu, oranye, dan merah berpadu seperti mozaik alami. Itulah Triwarsana, varietas cabai hias hasil inovasi terbaru dari para peneliti IPB.
Nama Triwarsana berarti tiga warna, diambil dari keunikan buahnya yang bisa menampilkan lebih dari tiga rona dalam satu tanaman. Warna-warna itu berubah seiring usia buah: dari kuning di masa muda, beralih ungu, lalu oranye, dan akhirnya merah ketika matang.
“Kalau ditaruh di pot di meja atau pekarangan rumah, tampak seperti hiasan hidup,” ujar Muhamad Syukur*, peneliti dari Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, yang memimpin pengembangan varietas ini.
Selain tampilannya yang mencolok, cabai pelangi ini juga punya karakter unik dari sisi bentuk tanaman. Triwarsana tidak tumbuh tinggi, batangnya pendek dan rimbun, menutupi permukaan pot dengan rapat. Meski berbuah lebat, bentuknya tetap kompak.
“Kesan hiasnya justru makin kuat saat buahnya berwarna-warni,” kata Syukur.
Namun Triwarsana bukan sekadar tanaman cantik. Cabai ini juga bisa dikonsumsi. Buah berwarna ungu mengandung antosianin, senyawa antioksidan yang baik bagi tubuh. Sementara buah yang sudah merah dikenal lebih pedas, cocok untuk campuran sambal atau masakan.
IPB bekerja sama dengan CP Benih Darmaga untuk memproduksi dan mendistribusikan benih Triwarsana. Benihnya kini tersedia di toko daring Benih Darmaga dan sejumlah reseller di berbagai daerah. Upaya ini membuat masyarakat bisa dengan mudah menanam cabai pelangi di rumah masing-masing.
Bagi Syukur, inovasi seperti Triwarsana adalah cara IPB mendekatkan ilmu pertanian kepada masyarakat, terutama generasi muda.
“Hortikultura punya potensi besar,” katanya.
“Kita perlu terus menciptakan inovasi yang bermanfaat, yang bukan hanya mempercantik halaman, tapi juga memberi nilai tambah ekonomi,” tambahnya
Dengan warna-warni yang memesona, Triwarsana seolah menjadi simbol semangat baru dunia pertanian: bahwa dari sebidang tanah kecil, keindahan dan manfaat bisa tumbuh bersama.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post