BogorOne.co.id | Jakarta – Rumah produksi Verona Film kembali memunculkan warna baru di dunia sinema Tanah Air lewat film horor religius berjudul Riba. Tak sekadar menakut-nakuti lewat sosok gaib, film ini menelusuri sisi kelam manusia ketika terhimpit tekanan ekonomi dan tergoda oleh jalan pintas.
Produser Verona Film, Titin Suryani, menyebut Riba sebagai refleksi moral di tengah realitas sosial yang makin kompleks.
“Kami ingin menampilkan kisah menegangkan sekaligus menggambarkan sisi tergelap manusia saat terdesak oleh tekanan ekonomi dan tergoda mengambil jalan pintas lewat hutang,” ujarnya dikutip dari beritasatu.com, Selasa, 11 November 2025.
Menurut Titin, film ini semula memiliki judul berbeda saat masih menjadi thread populer di media sosial. Namun, pihaknya kemudian memilih nama Riba untuk menegaskan pesan religius dan etika yang lebih kuat.
“Terornya bukan hanya dari makhluk halus, tapi juga dari penyesalan dan keserakahan manusia sendiri,” katanya.
Cerita Riba berpusat pada sosok Rohmah, seorang istri yang dilanda kesulitan ekonomi hingga nekat melakukan ritual pesugihan demi kekayaan instan. Namun, kekayaan itu menuntut tumbal anak kandungnya sendiri dan berujung pada kutukan bagi seluruh keturunannya.
Di balik kisah horor, Riba menawarkan renungan spiritual tentang bahaya menghalalkan segala cara. Aktor Wafda Saifan, salah satu pemeran utama, mengaku punya pengalaman pribadi yang membuatnya terhubung dengan tema film ini.
“Saya pernah punya kredit, walau kecil. Tapi rasanya selalu kekurangan, padahal cukup. Dari situ saya belajar untuk tidak lagi terjebak,” ungkapnya.
Film yang juga dibintangi Ibrahim Risyad, Daffa Saingan, Fanny Ghassani, Jajang C. Noer, Pritt Timothy, dan Kevin Danu ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 4 Desember 2025.
“Riba bukan sekadar film horor,” tutur Titin menutup, “tetapi ajakan untuk merenung tentang harga yang harus dibayar manusia ketika kekayaan menjadi berhala baru.”
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post