BogorOne.co.id | Osaka – Kirin Holdings memperkenalkan inovasi unik yang memadukan teknologi dan cita rasa. Perusahaan minuman asal Jepang itu mulai memasarkan sendok elektrik yang mampu membuat makanan terasa lebih asin tanpa menambah kandungan natrium, sebuah terobosan yang menarik perhatian pecinta kuliner sehat.
Produk ini menjadi langkah komersial pertama dari teknologi yang sebelumnya meraih Hadiah Nobel Ig, penghargaan yang kerap diberikan kepada penelitian unik dan tak biasa. Cara kerjanya pun terdengar futuristic, ketika dinyalakan, sendok mengalirkan arus listrik kecil dan aman ke makanan, sehingga memperkuat persepsi rasa asin pada hidangan rendah sodium.
Arus listrik tersebut membantu mengumpulkan ion natrium dari makanan dan air liur ke reseptor di lidah, menciptakan sensasi rasa yang lebih kuat. Tingkat intensitasnya bisa diatur dalam empat level, memungkinkan pengguna memilih sensasi asin sesuai selera. Dengan panjang 25 sentimeter dan berat 60 gram, sendok ini dapat digunakan hingga 30 jam hanya dengan satu baterai lithium.
Untuk tahap awal, Kirin hanya menjual 200 unit secara online dengan harga 19.800 yen hingga 2 Juni. Pertengahan Juni nanti, produk ini akan hadir di toko Hands Inc. di Tokyo, Osaka, dan Fukuoka, sebelum akhirnya dipasarkan ke luar negeri mulai tahun depan.
Sendok yang terbuat dari plastik dan logam ini dikembangkan bersama profesor Universitas Meiji, Homei Miyashita, yang sebelumnya juga memperlihatkan efek peningkatan rasa pada purwarupa sumpit elektrik. Inovasi ini sejalan dengan langkah Kirin yang mulai beralih dari bisnis bir menuju sektor kesehatan.
Bagi Jepang, teknologi ini punya arti tersendiri. Rata-rata konsumsi garam penduduk dewasa masih berada di angka 10 gram per hari, dua kali lebih tinggi dari rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Padahal, asupan natrium berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi, stroke, hingga penyakit kardiovaskular.
Dengan hadirnya sendok elektrik ini, Kirin berharap masyarakat dapat menikmati rasa tanpa harus mengorbankan kesehatan, sebuah pendekatan baru terhadap gaya hidup yang lebih seimbang.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post