BogorOne.co.id | Jakarta – Menjalani diet sehat Ramadan 2026 bukan perkara mengurangi makan secara drastis, melainkan mengatur strategi asupan gizi agar tubuh tetap bertenaga sepanjang hari. Kuncinya terletak pada pemilihan menu sahur dan berbuka yang seimbang, pengaturan porsi, serta kecukupan cairan untuk mencegah lemas dan dehidrasi.
Diet saat puasa tetap memungkinkan selama kebutuhan nutrisi terpenuhi. Tubuh memerlukan karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk menjaga massa otot, lemak sehat sebagai cadangan energi, serta serat dan vitamin dari sayur dan buah. Tanpa komposisi yang tepat, risiko kelelahan dan gangguan pencernaan meningkat.
Saat berbuka, tubuh perlu beradaptasi setelah menahan lapar dan haus lebih dari enam jam. Dianjurkan untuk memulai dengan makanan ringan seperti tiga butir kurma dan air putih guna memulihkan energi dan cairan secara bertahap. Setelah itu, menu utama sebaiknya terdiri atas karbohidrat berindeks glikemik rendah seperti nasi merah atau kentang rebus, protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit atau ikan kukus, serta sayuran.
Metode pengolahan juga berpengaruh. Menggoreng dengan minyak berlebih dapat meningkatkan asupan lemak jenuh. Pilihan merebus, mengukus, atau memanggang lebih dianjurkan untuk menjaga kualitas gizi.
Sahur memegang peran penting dalam menjaga stamina sepanjang hari. Karbohidrat kompleks seperti oatmeal atau ubi membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Asupan protein dari telur, tempe, tahu, atau ayam membantu menjaga massa otot selama puasa. Sayuran dan buah turut menunjang hidrasi dan kestabilan energi.
Kecukupan cairan menjadi faktor yang tak kalah penting. Air putih tetap menjadi pilihan utama saat sahur dan berbuka, sementara minuman dengan kandungan gula tinggi sebaiknya dibatasi.
Dengan pengaturan menu yang tepat, diet saat Ramadan tidak perlu dilakukan secara ekstrem. Strategi asupan gizi yang terencana justru menjadi rahasia agar ibadah puasa tetap lancar tanpa mengorbankan kesehatan dan energi tubuh.
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post