BogorOne.co.id | Brebes – Sejumlah guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengaku diminta menyisihkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membeli tiket konser Dewa 19 yang digelar di Stadion Karangbirahi, Sabtu, 13 Desember 2025.
Menanggapi klaim tersebut, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes membantah adanya perintah penggunaan dana BOS untuk pembelian tiket konser bertajuk Naragigs Brebes! 2025 itu. Kepala Dindikpora Brebes, Sutaryono, mengatakan pembelian tiket bersifat sukarela dan tidak mengatasnamakan kelembagaan sekolah.
“Kami instruksikan tidak ada paksaan. Pembelian tiket sifatnya perorangan dan tidak boleh menggunakan dana BOS,” kata Sutaryono, dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu, 17 Desember 2025.
Ia menambahkan, bagi sekolah yang terlanjur menggunakan dana BOS untuk membeli tiket, diminta segera mengembalikan dana tersebut.
“Tidak boleh pakai dana BOS dan tidak boleh mengatasnamakan sekolah,” ujarnya.
Sutaryono mengakui pihaknya menerima kuitansi pembayaran tiket yang menggunakan dana BOS. Karena itu, Dindikpora telah menginstruksikan agar seluruh dana yang terpakai dikembalikan sesuai ketentuan.
Terpisah, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Negeri Kecamatan Wanasari, Muslim, menyatakan guru-guru diberi kebebasan untuk menonton konser tersebut. Menurut dia, hingga Jumat (12/12/2025) tercatat 56 SD negeri di Kecamatan Wanasari telah membeli tiket konser dengan harga Rp130 ribu per lembar.
“Mereka dibebaskan untuk membeli tiket. Ada yang sudah bayar, ada yang belum,” kata Muslim.
“Diusahakan tidak menggunakan dana BOS karena ada aturannya. Siapa yang mau membeli silakan,” ujarnya.
Sebelumnya, seorang guru SD di Kecamatan Wanasari yang enggan disebutkan identitasnya mengaku menerima instruksi untuk membeli tiket konser menggunakan dana BOS.
Ia menyebut informasi tersebut diterima bendahara sekolah melalui grup WhatsApp K3S SD Negeri Kecamatan Wanasari, dengan besaran iuran antara Rp300 ribu hingga Rp600 ribu per sekolah.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post