BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Penggarap lahan negara di kawasan Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Ki Imang, menolak tawaran uang hingga Rp1 miliar untuk menebang satu pohon rasamala. Sikap tersebut disampaikan dalam dialog dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Dalam perbincangan itu, KDM, sapaan akrabnya sempat menawarkan Rp500 juta, lalu menaikkan nilai tawaran menjadi Rp1 miliar untuk satu pohon rasamala. Namun Ki Imang tetap menolak dan menegaskan tidak akan menerima tawaran tersebut, berapa pun nilainya.
Ki Imang menyatakan pohon rasamala memiliki fungsi penting bagi ekosistem hutan, termasuk menjaga keseimbangan lingkungan, menyerap air hujan, dan mencegah longsor. Ia juga menolak berjabat tangan jika kesepakatan berujung pada penebangan pohon.
Pembicaraan kemudian beralih pada kondisi kawasan Gunung Salak yang masih memiliki sejumlah lahan kosong akibat pohon tumbang secara alami. Menurut Ki Imang, area tersebut membutuhkan ribuan pohon untuk ditanami kembali guna memulihkan tutupan hutan.
Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi menyatakan akan mendukung program penanaman pohon di kawasan Gunung Halimun Salak. Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mendanai penanaman 10.000 pohon rasamala, puspa, dan jenis kayu hutan lainnya.
Biaya penanaman disepakati sebesar Rp15.000 per pohon, termasuk penyediaan bibit dan perawatan awal. Dengan skema tersebut, nilai program tahap awal mencapai Rp150 juta dan direncanakan berlanjut hingga ratusan ribu pohon dengan total anggaran sekitar Rp3 miliar.
Ki Imang dipercaya menjadi koordinator lapangan sekaligus melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan penanaman. Program ini diharapkan dapat memulihkan ekosistem hutan sekaligus membuka peluang kerja bagi warga di sekitar Gunung Salak.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post