BogorOne.co.id – Kondisi pedestrian di kawasan Jalan Kapten Muslihat hingga Jalan Nyi Raja Permas, Kota Bogor, kian dikeluhkan warga. Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak tertib dinilai merampas hak pejalan kaki dan merusak estetika kota akibat sisa limbah dagangan yang dibiarkan berserakan.
Mengutip Rekam24Update, pemandangan yang memprihatinkan, terutama di trotoar depan eks gedung Matahari. Bekas air cucian piring tampak tumpah dan membasahi ubin pedestrian, menciptakan kesan kumuh dan kotor.
Kondisi serupa terjadi di Jalan Nyi Raja Permas. Selain dipadati lapak pedagang yang mempersempit ruang gerak, lantai pedestrian di kawasan tersebut dipenuhi noda membandel bekas ceceran minyak dan air cucian. Tak hanya itu, karung-karung berisi sampah dan barang tak terpakai juga terlihat berserakan di jalur yang seharusnya steril bagi pejalan kaki.
Pejalan Kaki Merasa Risih
Kondisi ini dikeluhkan oleh sejumlah pengguna jalan. Salah satunya adalah seorang warga yang kerap melintasi jalur tersebut menuju Stasiun Bogor. Ia mengaku sangat terganggu dengan aroma dan pemandangan kotor di jalur pedestrian tersebut.
“Saya lewat sini hanya untuk mobilitas ke stasiun saja, belum pernah mau makan di situ. Karena jujur risih melihatnya, kotor sekali,” ujar seorang ibu berkerudung coklat yang enggan disebutkan namanya, Sabtu 27 Desember 2025.
Ia menambahkan, ketidaktertiban pedagang dan rendahnya kesadaran menjaga kebersihan menjadi pemicu utama kumuhnya kawasan tersebut. Ia juga merasa heran karena meski kondisi tempatnya kotor, masih saja ada pengunjung yang mau makan di lokasi tersebut.
“Kalau saya pribadi merasa sangat tidak nyaman. Tapi ya heran juga, yang makan di situ tetap ada saja, padahal tempatnya (kumuh) seperti itu,” lanjutnya.
Harapan Akan Ketertiban
Pejalan kaki tersebut berharap ada tindakan tegas agar masyarakat dan pedagang tidak hanya mementingkan keuntungan atau kemudahan pribadi tanpa memedulikan fasilitas publik.
“Harapannya masyarakat bisa ikut menjaga keindahan kota. Jangan hanya mau enaknya saja tanpa memikirkan dampaknya bagi pengguna jalan lain,” pungkasnya.
























Discussion about this post