BogorOne.co.id | Kota Bogor – Lonjakan harga cabai mulai dirasakan warga Kota Bogor menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Di Pasar Gembrong Sukasari, harga cabai tercatat melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan harga normal.
Berdasarkan pantauan di pasar tersebut, harga cabai yang sebelumnya berada di bawah Rp 30.000 per kilogram kini naik ke kisaran Rp 70.000 hingga Rp 75.000 per kilogram. Kenaikan ini dikeluhkan pedagang dan konsumen karena dinilai memengaruhi daya beli masyarakat.
Seorang pedagang cabai, Fendi, (24), mengatakan kenaikan harga terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Biasanya di bawah Rp 30.000, sekarang sudah tembus Rp 75.000 per kilo,” kata Fendi, Sabtu, 27 Desember 2025.
Selain cabai, harga sejumlah bumbu dapur juga mengalami kenaikan. Bawang merah dan bawang putih saat ini dijual di kisaran Rp 40.000 hingga Rp 45.000 per kilogram, naik dari harga normal yang umumnya berada di kisaran Rp 30.000-an.
Kenaikan harga juga mulai terlihat pada komoditas daging ayam. Pedagang ayam, Man, 50 tahun, menyebut harga ayam potong saat ini berada di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 36.000 per ekor dan berpotensi meningkat mendekati malam pergantian tahun. “Ayam kecil yang sudah bersih bisa sampai Rp 50.000 per ekor,” ujarnya.
Sementara itu, harga daging sapi terpantau relatif stabil. Pedagang daging sapi, Endang, 45 tahun, mengatakan harga masih bertahan di angka Rp 130.000 per kilogram. Harga minyak goreng, baik kemasan maupun curah, juga belum mengalami kenaikan signifikan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bogor memastikan ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pokok menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dalam kondisi aman. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan stok bahan pangan di pasar-pasar tradisional masih terjaga.
“Di Pasar Jambu Dua dan seluruh pasar di Kota Bogor, ketersediaan stok aman,” kata Dedie saat meninjau Pasar Jambu Dua, Senin, 22 Desember 2025.
Dedie mengakui adanya fluktuasi harga sejumlah komoditas, namun menilai kenaikan tersebut masih dalam batas wajar. Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Pemkot Bogor telah menerbitkan surat edaran tentang menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok.
Dalam surat edaran tersebut, Pemkot Bogor menginstruksikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan pasar murah jika diperlukan, pemantauan intensif harga bahan pokok, serta pengawasan distribusi bekerja sama dengan Satgas Pangan Polres Bogor.
Pemkot Bogor juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan selama periode libur Natal dan Tahun Baru. Pedagang memprediksi harga cabai dan ayam masih berpotensi bergerak hingga malam pergantian tahun seiring meningkatnya permintaan.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post