BogorOne.id | Caringin – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diwajibkan merekrut tenaga kerja dari masyarakat sekitar serta menggunakan bahan baku sayuran dan buah-buahan hasil produksi warga lokal.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty, dalam rangka optimalisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sintha, Program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui, tetapi juga menjadi penggerak perekonomian masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.
“Semua SPPG wajib merangkul petani dan pelaku UMKM di sekitar lokasi. Ini seperti yang sudah dilakukan oleh 20 SPPG binaan Kadin Kabupaten Bogor,” ujar Sintha, Jumat 23 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Kadin Kabupaten Bogor saat ini membina 20 SPPG yang tersebar di sejumlah wilayah kabupaten sebagai bentuk dukungan terhadap Program MBG yang digagas pemerintah pusat.
Program tersebut diharapkan memberi manfaat ganda, baik bagi masyarakat maupun dunia usaha.
“Bagi dunia usaha memang ada aspek bisnis, tetapi lebih dari itu kami ingin berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membantu pemerintah,” jelasnya.
Sintha mencontohkan, SPPG binaan Kadin Kabupaten Bogor menerapkan pola pemberdayaan masyarakat dan UMKM secara langsung, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga pemanfaatan bahan baku dari petani sekitar.
“Karyawan yang bekerja merupakan warga lokal, bahan baku berasal dari warga sekitar dan UMKM. Dengan begitu manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ucapnya.
Ia menegaskan, setiap SPPG wajib mengikuti mekanisme yang sejalan dengan tujuan Program MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga sekitar.
“Hukumnya wajib setiap SPPG melibatkan warga, UMKM, serta tenaga kerja lokal. Dengan begitu perputaran ekonomi di wilayah tersebut semakin besar dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Sintha berharap seluruh pihak dapat mendukung pelaksanaan Program MBG, sehingga berbagai kekurangan yang ada dapat terus diperbaiki demi kebaikan generasi muda ke depan.
“Program ini belum genap satu tahun, tapi dampaknya sudah mulai terasa. Bayangkan lima tahun ke depan, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi, dampaknya akan sangat terlihat,” pungkasnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien























Discussion about this post