BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Disdik Kabupaten Bogor mencatat 11.992 ruang kelas di wilayah itu mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi. Data tersebut dihimpun dari sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan serta pendataan internal melalui Penta Dinas Pendidikan.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta, mengatakan pembaruan data Dapodik per 16 Februari 2026 mencatat 3.608 ruang kelas dalam kondisi rusak ringan, 1.831 rusak sedang, dan 1.502 rusak berat yang tersebar di 1.536 sekolah.
“Kalau berdasarkan data Dapodik, jumlah sekolah update per hari ini rusak ringan 3.608 ruang kelas, rusak sedang 1.831, rusak berat 1.502 dari 1.536 sekolah,” kata Yanto, Senin, 16 Februari 2026.
Namun, Yanto menilai data yang dirilis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia mencontohkan SDN Ciasmara 05 yang menurutnya mengalami kerusakan, tetapi tidak tercatat dalam Dapodik sebagai sekolah dengan ruang kelas rusak.
Menurut dia, jika mengacu pada keseluruhan pendataan yang dimiliki Disdik Kabupaten Bogor, total ruang kelas di wilayah itu—baik dalam kondisi baik maupun rusak ringan, sedang, dan berat—berjumlah 11.992 ruang.
“Jadi data ruang kelas yang keseluruhan antara baik, rusak ringan, sedang dan berat 11.992 ruang kelas keseluruhan jumlah ruang kelas se-Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Yanto menegaskan, perbaikan akan diprioritaskan untuk ruang kelas dengan kategori rusak sedang dan berat. Adapun kerusakan ringan, kata dia, masih dapat ditangani melalui alokasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) maksimal 20 persen dari total anggaran yang diterima sekolah.
“Rusak sedang dan berat. Kalau ringan bisa menggunakan BOSP 20 persen,” kata dia.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post