BogorOne.co.id | Temanggung – Kuliner khas Ramadan selalu menjadi buruan warga saat waktu berbuka tiba. Di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, salah satu jajanan tradisional yang diminati masyarakat adalah pipes kopyor.
Usaha pipes kopyor milik Khoiriyah, 31 tahun, yang berlokasi di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Temanggung, mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan. Usaha yang telah dirintis keluarganya selama 21 tahun itu memproduksi lebih banyak dibanding hari biasa.
“Alhamdulillah, ada peningkatan sekitar 30 persen dibanding Ramadan tahun lalu. Jadi kami mulai membuat pipes kopyor sejak pukul 07.00 WIB,” kata Khoiriyah, Kamis, 26 Februari 2026.
Pada hari biasa, ia memproduksi sekitar 250 bungkus per hari. Selama Ramadan, jumlahnya meningkat menjadi 500 bungkus per hari untuk memenuhi permintaan pembeli.
Pipes kopyor merupakan kudapan berbahan dasar pisang, kelapa muda iris, sagu panjang, santan, dan roti. Seluruh bahan dicampur dalam plastik, kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus sekitar 15 menit.
Khoiriyah menjual satu bungkus pipes kopyor seharga Rp 8.000. Harga tersebut dinilai terjangkau sehingga diminati berbagai kalangan sebagai menu berbuka puasa.
Pembeli tidak hanya berasal dari Temanggung, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Purwokerto, Semarang, dan Yogyakarta. Permintaan biasanya meningkat menjelang waktu berbuka puasa.
Salah satu pembeli, Bagus Pradana, mengatakan rutin membeli pipes kopyor setiap Ramadan. “Ini makanan jadul. Rasanya khas dan cocok untuk buka puasa karena manis dan harganya juga murah,” ujarnya.
Menurut dia, meski pipes kopyor tetap dijual di luar Ramadan, jajanan tersebut terasa lebih diminati selama bulan puasa.
Di tengah maraknya jajanan modern, pipes kopyor tetap bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional yang digemari masyarakat Temanggung saat Ramadan.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post