BogorOne.co.id | Kota Bogor – 12 petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor diduga menjadi korban pemukulan massa aksi saat mengatur lalu lintas di depan Balai Kota Bogor, Kamis (23/10). Insiden ini terjadi bertepatan dengan unjuk rasa ratusan sopir angkot yang menuntut hak mereka dalam proses mediasi dengan pemerintah kota.
Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Coki Irsanza Herza Rambe, menjelaskan, awalnya para petugas bertugas mengurai kepadatan lalu lintas akibat demo. Namun, situasi berubah ketika hanya beberapa perwakilan sopir angkot diperbolehkan masuk untuk audiensi.
“Sebagian massa tidak puas karena ingin lebih banyak perwakilan yang masuk, tetapi yang diperbolehkan terbatas. Pada momen itu, ada seseorang berteriak ‘Tuh ada orang Dishub’, sehingga petugas yang berada di depan dikejar,” ujarnya.
Menurut Coki, aksi dorong dan pemukulan terjadi hingga di depan pintu Hotel Salak, lokasi mediasi berlangsung. Dua petugas mengalami memar di kepala dan tangan. “
Petugas membela diri, tapi karena kalah jumlah, mereka mundur dan tetap dikejar,” kata Coki.
Coki menyayangkan insiden ini terjadi, mengingat petugas yang bertugas merupakan warga Kota Bogor yang sedang menjalankan kewajiban publik.
“Kami prihatin dan sangat menyayangkan perlakuan terhadap petugas yang seharusnya mendapat perlindungan selama menjalankan tugas,” ucapnya.
Pihak Dishub hingga kini masih meninjau langkah hukum yang akan ditempuh. Setiap petugas yang menjadi korban dijadwalkan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mendokumentasikan cedera.
“Kami masih berkoordinasi dengan pimpinan sebelum memutuskan apakah akan melaporkan ke polisi,” tutur Coki.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post