BogorOne.co.id | Jakarta – Pemerintah membuka kemungkinan penerapan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH) secara nasional sebagai langkah untuk menekan pemborosan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah saat ini tengah mengkaji sejumlah alternatif kebijakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi, termasuk opsi WFH maupun penerapan sistem empat hari kerja dalam sepekan.
“Kita melakukan exercise, semua alternatif-alternatif yang akan kita pakai untuk kebaikan negara kita, sekaligus untuk mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar,” kata Bahlil dikutip beritasatu.com, Jumat, 13 Maret 2026.
Menurut dia, hingga saat ini pemerintah belum memutuskan untuk menerapkan kebijakan tersebut. Namun berbagai skenario sedang dipertimbangkan sebagai langkah antisipatif menghadapi gejolak energi global.
Sejumlah negara diketahui telah mengambil langkah ekstrem untuk menekan konsumsi energi setelah harga BBM global melonjak akibat konflik di Timur Tengah.
Di Filipina, Presiden Ferdinand Marcos Jr. memutuskan seluruh instansi pemerintah menerapkan sistem empat hari kerja dalam sepekan.
Selain mengubah pola kerja, pemerintah Filipina juga memerintahkan instansi negara mengurangi konsumsi listrik dan BBM sebesar 10–20 persen. Kegiatan seperti studi banding dan team building secara fisik dilarang, sementara pertemuan dialihkan ke sistem daring.
Sementara itu, terkait pasokan energi dalam negeri, Bahlil meminta masyarakat tidak melakukan panic buying di tengah situasi global yang memanas. Ia memastikan stok BBM nasional masih mencukupi untuk sekitar 23 hari ke depan.
Menurut dia, angka tersebut bukan menandakan krisis energi akibat konflik di Timur Tengah, melainkan berkaitan dengan keterbatasan kapasitas fasilitas penyimpanan energi di dalam negeri.
Untuk memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan energi dengan kapasitas cadangan hingga tiga bulan.
Selain itu, pemerintah juga mengalihkan sebagian impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke sejumlah negara lain, seperti Amerika Serikat, Nigeria, Brasil, dan Australia.
“Beberapa hari yang lalu saya sudah laporkan bahwa kita akan mengonversi impor crude dari Middle East ke Amerika dan beberapa negara lain, seperti Nigeria, Brasil, Australia, dan beberapa negara lain,” ujar Bahlil.
Pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru terbarukan, terutama melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung program konversi kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post