BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – 43 warga Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, menjadi korban dugaan penipuan berkedok investasi sembako dengan total kerugian diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar.
Kapolsek Tenjo, Hendrik Hartono, mengatakan mayoritas korban merupakan perempuan. Mereka tergiur skema investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat melalui bisnis penjualan kebutuhan pokok seperti minyak goreng dan gula pasir dengan harga di bawah pasaran.
Dalam praktiknya, pelaku menawarkan pembelian sembako murah untuk kemudian dijual kembali dengan margin keuntungan tertentu. Skema tersebut mendorong korban menanamkan modal, bahkan mengajak orang lain untuk ikut bergabung.
Nilai investasi yang disetorkan bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. Namun, setelah dana terkumpul, pelaku diduga melarikan diri tanpa memberikan keuntungan yang dijanjikan.
Kasus ini memicu kemarahan warga. Puluhan korban sempat mendatangi rumah terduga pelaku di salah satu perumahan di Tenjo, Jumat, 26 Maret 2026 siang, untuk menuntut pertanggungjawaban.
Polisi yang menerima laporan langsung turun ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah tindakan anarkis. Aparat juga mengarahkan para korban untuk membuat laporan resmi.
Hendrik mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Polisi saat ini memburu terduga pelaku yang diduga kabur.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran investasi dengan iming-iming keuntungan tinggi tanpa kejelasan legalitas.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post