BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Seorang perempuan berinisial R mengaku menjadi korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya di wilayah Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Kasus itu mencuat setelah R terlibat perselisihan dengan suaminya di Alun-Alun Kota Bogor, Jumat, 3 April 2026.
R mengatakan, saat itu ia hendak bertemu anak-anaknya yang dibawa suaminya setelah keduanya pisah ranjang selama tiga pekan.
“Belum cerai, baru pisah ranjang. Saya ke sini mau ketemu anak-anak, pas mau ajak pulang tidak diizinkan suami,” kata R kepada wartawan.
Keributan sempat terjadi di lokasi hingga menarik perhatian pengunjung. Sejumlah warga kemudian melerai dan membawa R ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor.
R menuturkan, ia telah menikah dengan suaminya sekitar delapan tahun. Pada awal pernikahan, hubungan keduanya berjalan baik. Namun, menurut dia, sikap suaminya berubah menjadi temperamental dan kerap melakukan kekerasan.
“Dia sangat temperamen dan ringan tangan,” ujar R.
Ia mengklaim dugaan KDRT itu bukan pertama kali terjadi. R mengaku sempat tiga kali meninggalkan rumah dan kembali ke orang tuanya, tetapi memilih rujuk demi anak-anak.
Peristiwa yang disebut paling berat terjadi saat ia mengandung anak ketiga. R menyebut kekerasan kembali terjadi hingga bayi yang dikandungnya lahir prematur dan meninggal dunia.
Selain itu, R juga mengungkap dugaan perbuatan tidak pantas suaminya terhadap anak perempuan pertamanya dari pernikahan sebelumnya. Ia mengaku sempat melaporkan hal tersebut ke polisi, namun perkara mereda setelah suaminya meminta maaf.
R juga menyebut, pada Ramadan 2026, suaminya diduga kembali melakukan kekerasan terhadap anak mereka.
Saat ini, R telah berpisah rumah dan tinggal di Depok. Sementara anak-anaknya masih bersama suaminya. Ia berharap aparat penegak hukum segera bertindak dan memberikan perlindungan.
“Saya hanya ingin keadilan, anak-anak saya bisa kembali dan pelaku dihukum seadil-adilnya,” kata R.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post