BogorOne.co.id | Kota Bogor – Rencana pengalihan rute angkutan kota (angkot) ke Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, masih berjalan terbatas. Hingga kini, baru trayek 08 AKDP yang masuk ke kawasan pasar tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengatakan perlu kehati-hatian dalam menerapkan rerouting. Pemerintah, kata dia, masih mengedepankan pendekatan kepada para pengemudi dan organisasi angkutan darat (Organda).
“Tidak bisa buru-buru, rerouting itu tidak mudah, perlu ada pendekatan humanis,” ujar Sujatmiko, Sabtu, 4 April 2026.
Menurut dia, masuknya trayek 08 dinilai cukup untuk sementara waktu karena jumlah armadanya relatif banyak dibanding trayek lain. Berdasarkan data, trayek tersebut memiliki sekitar 500 unit angkot.
Sujatmiko mengingatkan, penambahan trayek lain justru berpotensi menimbulkan kemacetan di sekitar pasar. Pasalnya, kawasan itu belum memiliki fasilitas penunjang seperti terminal khusus angkot.
“Kalau masuk semua nanti malah macet. Mau buat terminal, lahannya juga tidak tersedia,” kata dia.
Di sisi lain, permintaan agar angkot masuk ke Pasar Jambu Dua datang dari para pedagang. Mereka berharap akses transportasi umum dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan daya beli masyarakat.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Jenal Abidin, sebelumnya menyebut kebutuhan akses angkot menjadi salah satu aspirasi utama pedagang.
“Harapannya angkot bisa masuk supaya pasar lebih ramai,” kata Jenal.
Pasar Jambu Dua saat ini menjadi lokasi relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari Pasar Bogor. Data pengelola menunjukkan, sebanyak 254 pedagang telah memesan lapak, namun baru delapan yang mulai berjualan.
Sebagian besar pedagang menjual sayur dan buah dengan jam operasional pada malam hingga pagi hari, mulai pukul 22.00 hingga 06.00 WIB.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post