BogorOne.co.id | Jakarta – Persaingan gelar Super League 2025-2026 kian ketat setelah rampungnya pekan ke-29. Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta masih menjadi tiga tim yang berpeluang juara, meski posisi klasemen berubah usai hasil laga terbaru.
Persib Bandung gagal menjauh di puncak klasemen setelah ditahan Arema FC tanpa gol di Stadion Gelora Bandung Lautan Api. Pada saat bersamaan, Persija Jakarta juga kehilangan poin usai bermain imbang 1-1 di markas PSIM Yogyakarta.
Situasi itu dimanfaatkan Borneo FC yang menang telak 3-0 atas Semen Padang. Hasil tersebut membuat klub asal Samarinda itu menyamai koleksi poin Persib.
Persib dan Borneo sama-sama mengemas 66 poin dari 29 pertandingan. Namun, Persib tetap berada di posisi teratas karena unggul rekor pertemuan langsung atas Borneo. Sementara itu, Persija menempati urutan ketiga dengan 59 poin.
Dengan lima laga tersisa, Persib masih berada di posisi paling menguntungkan. Tim asuhan Bojan Hodak itu berpeluang mengunci gelar apabila mampu memenangi seluruh sisa pertandingan dan menutup musim dengan 81 poin.
Keunggulan Persib terletak pada catatan head to head atas Borneo, yakni menang 3-1 dan imbang 1-1 dalam dua pertemuan musim ini. Jika poin akhir kedua tim sama, Persib akan tetap unggul.
Meski demikian, jalan Persib tidak ringan karena masih harus melakoni tiga laga tandang, termasuk menghadapi Bhayangkara FC, Persija Jakarta, dan PSM Makassar.
Di sisi lain, Borneo FC menjadi penantang terdekat. Klub berjuluk Pesut Etam itu juga berpeluang mencapai 81 poin jika menyapu bersih lima laga sisa. Namun, mereka wajib finis dengan poin lebih tinggi dari Persib karena kalah head to head.
Adapun Persija berada dalam posisi paling berat. Macan Kemayoran maksimal hanya bisa mengoleksi 74 poin jika memenangkan seluruh pertandingan tersisa. Peluang juara Persija juga bergantung pada kegagalan Persib dan Borneo dalam beberapa laga ke depan.
Dengan kompetisi menyisakan lima pekan, setiap pertandingan akan menjadi penentu dalam perebutan gelar juara Super League musim ini.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post