BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Atap gedung dua lantai di SMAN 2 Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ambruk, Jumat, 23 Januari 2026. Peristiwa itu langsung mendapat perhatian dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I Jawa Barat.
Kepala KCD Wilayah I Jawa Barat, Cucu Salman, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk melakukan evaluasi serta menyiapkan langkah penanganan pascakejadian. Koordinasi dilakukan melalui rapat daring sesaat setelah insiden terjadi.
“Sekolah diarahkan untuk tetap mengamankan proses pembelajaran dan segera menyampaikan nota dinas terkait kronologis kejadian,” kata Cucu, Sabtu, 24 Januari 2026.
Menurut dia, KCD bersama pihak sekolah telah mengajukan permohonan Belanja Tak Terduga (BTT) sebagai bantuan tanggap darurat. Pengajuan tersebut ditujukan untuk mempercepat rehabilitasi ruang-ruang terdampak, termasuk bangunan lain yang dibangun pada periode yang sama dan berpotensi mengalami kerusakan serupa.
Proposal bantuan telah disampaikan kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk diteruskan kepada Gubernur Jawa Barat. “Kami berharap bantuan tanggap darurat bisa segera diturunkan,” ujar Cucu.
Cucu juga menyebutkan, pascakejadian ambruknya bangunan sekolah di SMK Negeri 1 Cileungsi dan SMK Negeri 1 Gunung Putri sebelumnya, KCD Wilayah I telah menginstruksikan sekolah-sekolah agar tidak menggunakan ruang kelas yang berdasarkan kajian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masuk kategori rusak berat.
Saat ini terdapat 37 sekolah yang telah menjalani kajian PUPR. Sekolah yang dinilai mengalami kerusakan berat diminta menghentikan sementara penggunaan ruang tersebut demi keselamatan.
Akibat keterbatasan ruang belajar, sejumlah sekolah terpaksa memanfaatkan fasilitas lain seperti laboratorium dan perpustakaan sebagai ruang kelas sementara. Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk kegiatan pembelajaran.
Cucu menegaskan bahwa hasil kajian PUPR menjadi dasar utama dalam pengajuan rehabilitasi atau revitalisasi sekolah, baik melalui pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia belum dapat memastikan penyebab teknis ambruknya atap gedung SMAN 2 Gunung Putri.
“Analisis PUPR menyatakan kerusakan ringan, namun saat hujan terus-menerus terjadi, dampaknya seperti ini,” kata dia.
Akibat kejadian tersebut, aktivitas pembelajaran di SMAN 2 Gunung Putri untuk sementara diliburkan hingga proses pembersihan dan penanganan lanjutan dinyatakan aman.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post