BogorOne.co.id | Bekasi – Tabrakan kereta api di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, menewaskan tujuh orang hingga Selasa, 28 April 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga mencatat 81 orang lainnya mengalami luka-luka.
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan seluruh korban luka telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis di sembilan rumah sakit di wilayah Bekasi.
“Update saat ini, korban meninggal dunia berjumlah tujuh orang, 81 orang luka-luka,” kata Bobby dalam keterangan pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa, 28 April 2026
Menurut Bobby, sejumlah rumah sakit yang menangani korban antara lain RS Primaya Bekasi, RSUD Kota Bekasi, RS Bella Bekasi, dan RS Mitra Keluarga.
PT KAI mendirikan posko darurat di area Stasiun Bekasi Timur untuk mengoordinasikan penanganan korban, memberikan informasi kepada keluarga penumpang, serta mendukung proses evakuasi dan pemulihan operasional perjalanan kereta.
Sebelumnya, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menjelaskan kecelakaan bermula ketika sebuah taksi menabrak KRL di jalur pelintasan langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal, Bekasi.
Benturan itu menyebabkan rangkaian KRL berhenti di jalur rel. Tak lama kemudian, Kereta Api Argo Bromo yang melaju dari arah belakang di jalur sama menabrak KRL yang sedang berhenti.
“Awalnya ada taksi yang menemper KRL di pelintasan dekat Bulak Kapal, sehingga kereta api berhenti. Kemudian, di belakangnya melaju Kereta Argo Bromo yang akhirnya menabrak rangkaian KRL tersebut,” ujar Franoto.
Hingga kini, proses evakuasi korban dan investigasi penyebab kecelakaan masih dilakukan pihak terkait.
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post