BogorOne.co.id | Grobogan – Kepolisian masih menyelidiki penyebab kecelakaan maut antara minibus dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek di perlintasan sebidang Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Fokus penyelidikan mengarah pada kondisi perlintasan yang disebut bukan jalur resmi.
Tim Traffic Accident Analysis Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah bersama Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Grobogan kembali melakukan olah tempat kejadian perkara pada Sabtu, 2 Mei 2026. Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik untuk merekonstruksi detik-detik tabrakan.
Kecelakaan terjadi pada Jumat dini hari, 1 Mei 2026. Minibus yang membawa rombongan keluarga calon jemaah haji tertabrak KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya. Lima orang meninggal dunia dalam insiden tersebut, termasuk seorang balita.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan Ajun Komisaris Polisi Kumala Enggar Anjarani mengatakan penyidik masih mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian. Polisi juga akan meminta keterangan pengemudi minibus yang selamat.
“Kami perlu penyelidikan lebih lanjut terkait unsur kelalaian dan bertanya langsung kepada saksi pengemudi, untuk memastikan apakah mobil benar-benar berhenti di perlintasan,” kata Kumala.
Menurut dia, palang pintu di lokasi kejadian merupakan fasilitas swadaya warga, bukan perlintasan resmi yang dijaga operator kereta api. Penjagaan biasanya hanya berlangsung hingga pukul 23.00 WIB. Saat kecelakaan terjadi, tidak ada petugas di lokasi.
Dari hasil sementara, polisi belum menemukan indikasi kelalaian. Dugaan awal, kecelakaan dipicu jarak pandang terbatas akibat kabut tebal yang menyelimuti kawasan tersebut.
Setelah kejadian, polisi memasang papan imbauan di sekitar lokasi dan meminta warga lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang, terutama yang tidak memiliki penjagaan resmi.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post