BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kondisi Jalan Raya Kemang–Parung, Kabupaten Bogor, semakin mengkhawatirkan. Jalan nasional tersebut dipenuhi lubang di sejumlah titik dan kerap menjadi penyebab kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Gogo, warga Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang, mengatakan kecelakaan akibat jalan berlubang terjadi hampir setiap hari. Bahkan, dalam satu malam, beberapa pengendara mengalami kecelakaan di lokasi yang sama.
“Semalam saja ada enam sepeda motor yang jatuh akibat menabrak lubang di Jalan Kemang. Ada yang sampai patah kaki,” ujar Gogo, dikutip dari metrobogor.com, Jumat, 23 Januari 2026.
Menurut Gogo, risiko kecelakaan meningkat saat musim hujan karena lubang jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Akibatnya, banyak korban mengalami luka cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
“Kalau yang luka berat memang dibawa ke rumah sakit, tapi yang luka ringan seperti lecet dan lebam jumlahnya lebih banyak,” katanya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh pada Jalan Raya Kemang. Mereka khawatir, jika kerusakan dibiarkan berlarut-larut, jumlah korban kecelakaan akan terus bertambah.
“Seharusnya segera diperbaiki karena sangat berbahaya, terutama bagi pengendara motor. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa,” ucap Gogo.
Keluhan serupa disampaikan Uyung, pemilik warung nasi di sekitar Jalan Raya Kemang. Ia mengaku sering menyaksikan langsung pengendara terjatuh akibat menabrak lubang jalan.
“Dari kemarin siang sampai malam tadi, hampir 10 sepeda motor mengalami kecelakaan. Kami biasanya membantu korban ke pinggir jalan. Banyak yang luka-luka,” kata Uyung.
Uyung berharap kondisi jalan nasional tersebut mendapat perhatian serius dari pihak berwenang. Menurut dia, kerusakan jalan sudah berlangsung lama dan perbaikan yang dilakukan sejauh ini bersifat sementara.
“Kerusakan sudah sering terjadi dan lama tidak diperbaiki. Kalau pun ada perbaikan, hanya tambal sulam,” ujarnya.
Sementara itu, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) asal Kecamatan Kemang, Alwy Asparin, menilai pembiaran jalan berlubang yang kerap memicu kecelakaan mencerminkan kelalaian negara dalam menjamin keselamatan warga.
“Jika Jalan Raya Kemang terus dibiarkan rusak, itu menunjukkan negara lalai melindungi keselamatan warganya. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa, lalu viral, baru dilakukan perbaikan,” kata Alwy.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post