• INFO IKLAN
  • Redaksi
  • VISI dan MISI
  • Kode Etik Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan Pers
  • Pedoman Media Cyber
  • Kebijakan Privasi
Selasa, Mei 12, 2026
bogorone.co.id
  • Login
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
bogorone.co.id
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS
Bogor One
No Result
View All Result
Home LIFESTYLE

Google Ungkap Hacker Mulai Gunakan AI untuk Serangan Zero-Day

Redaksi by Redaksi
12 Mei 2026
in LIFESTYLE
0
zero-day

Ilustrasi.

36
SHARES
36
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BogorOne.co.id | Mountain View – Google mengungkap adanya dugaan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pengembangan eksploitasi zero-day untuk mendukung serangan siber skala besar. Temuan itu diungkap peneliti Google Threat Intelligence Group (GTIG) setelah menemukan indikasi eksploitasi yang disebut disiapkan kelompok ancaman siber internasional.

Menurut laporan GTIG, upaya serangan tersebut berhasil digagalkan sebelum dilancarkan secara massal melalui proses counter discovery yang dilakukan Google. Temuan itu disebut menjadi salah satu indikasi terkuat bahwa AI kini mulai dipakai secara nyata untuk membantu pengembangan eksploitasi kerentanan tingkat tinggi.

Zero-day merupakan celah keamanan pada sistem atau perangkat lunak yang belum diketahui vendor sehingga belum memiliki tambalan keamanan. Kerentanan jenis ini dinilai berbahaya karena dapat dimanfaatkan peretas sebelum pengembang sempat melakukan perbaikan.

Dikutip dari Cyberscoop pada Selasa, 12 Mei 2026, peneliti GTIG menemukan sejumlah indikasi bahwa eksploitasi tersebut kemungkinan dibuat dengan bantuan model AI. Salah satunya terlihat dari dokumentasi kode yang sangat rinci dan menyerupai pola penulisan large language model (LLM).

BERITA LAINNYA

BPOM

BPOM Fokus Awasi Vape Ilegal dan Cairan Mengandung Narkotika

11 Mei 2026
mobil listrik

Mobil Listrik Berisiko Mati Mendadak di Perlintasan Rel, Ini Penjelasan Ahli

5 Mei 2026
Instagram

Instagram Pangkas Jangkauan Konten Repost Tanpa Modifikasi

4 Mei 2026
Tren furnitur 2026

Tren Furnitur 2026 Bergeser, Gaya Seragam dan Dekorasi Berlebihan Mulai Ditinggalkan

2 Mei 2026

Peneliti juga menemukan adanya skor common vulnerability scoring system (CVSS) palsu atau halusinasi yang kerap muncul pada output AI generatif. Selain itu, format kode Python yang digunakan disebut sangat mirip dengan pola data pelatihan AI modern.

Meski demikian, Google menyatakan tidak menemukan indikasi bahwa model AI Gemini digunakan dalam pengembangan eksploitasi itu. GTIG justru menduga model AI lain, termasuk Mythos, dipakai secara signifikan dalam proses pengembangannya.

Kepala analis GTIG, John Hultquist, mengatakan temuan tersebut menunjukkan perlombaan penggunaan AI dalam dunia keamanan siber telah dimulai. Menurut dia, eksploitasi zero-day berbasis AI kemungkinan hanya sebagian kecil dari ancaman yang akan muncul dalam beberapa tahun mendatang.

GTIG menyebut kerentanan yang ditemukan berkaitan dengan bypass otentikasi dua faktor atau 2FA. Celah tersebut memungkinkan penyerang melewati lapisan keamanan tambahan selama memiliki kredensial pengguna yang valid.

Menurut peneliti, kelemahan itu berasal dari cacat logika semantik tingkat tinggi yang tertanam dalam kode pengembang. Model AI modern dinilai lebih mudah mengenali pola semacam itu karena mampu memahami konteks logika dan maksud pengembang saat membaca kode program.

GTIG menyatakan kemampuan LLM kini mulai melampaui alat keamanan tradisional seperti fuzzer dan static analysis dalam mendeteksi anomali logika tingkat tinggi. AI disebut mampu melakukan penalaran kontekstual untuk menemukan kontradiksi dalam sistem keamanan, termasuk kelemahan implementasi 2FA.

Google menolak mengungkap detail kerentanan maupun nama platform open source yang terdampak. Perusahaan hanya menyebut eksploitasi tersebut menyerang alat administrasi berbasis web yang menggunakan skrip Python dan kini telah ditambal sebelum dipakai dalam serangan massal.

Selain itu, GTIG juga mengungkap kelompok ancaman siber yang terkait negara seperti Tiongkok, Korea Utara, dan Rusia semakin aktif memanfaatkan AI untuk penelitian kerentanan, pengembangan malware, rekayasa sosial, hingga otomatisasi serangan siber.

Salah satu kelompok yang dipantau GTIG adalah UNC2814 yang disebut menggunakan persona ahli untuk mendorong Gemini meneliti kelemahan remote code execution pada firmware router TP-Link. Sementara kelompok APT45 disebut mengirim ribuan perintah berulang untuk menganalisis berbagai CVE dan menguji proof of concept eksploitasi.

Menurut Google, kombinasi AI dan kumpulan data keamanan khusus membuat kelompok ancaman mampu mempercepat pencarian celah keamanan dan pengembangan eksploitasi yang lebih kompleks. GTIG memperingatkan perkembangan kemampuan AI berpotensi membuat serangan zero-day di masa depan menjadi lebih cepat, lebih masif, dan lebih sulit dicegah.

Editor             : R. Muttaqien

Tags: zero-day

Related Posts

BPOM
LIFESTYLE

BPOM Fokus Awasi Vape Ilegal dan Cairan Mengandung Narkotika

11 Mei 2026
mobil listrik
LIFESTYLE

Mobil Listrik Berisiko Mati Mendadak di Perlintasan Rel, Ini Penjelasan Ahli

5 Mei 2026
Instagram
LIFESTYLE

Instagram Pangkas Jangkauan Konten Repost Tanpa Modifikasi

4 Mei 2026
Tren furnitur 2026
LIFESTYLE

Tren Furnitur 2026 Bergeser, Gaya Seragam dan Dekorasi Berlebihan Mulai Ditinggalkan

2 Mei 2026
Pers Motor Club
BOGOR RAYA

PMC Tancap Gas ke Ciawi, Siapkan Touring Spektakuler Tahun Ini

1 Mei 2026
Rush Hour 4
LIFESTYLE

Jackie Chan Cs Tolak Bayaran Fantastis, Nasib Rush Hour 4 di Ujung Tanduk

27 April 2026
Next Post
Pulau Miangas

Pulau Miangas dan Sejarah Arbitrase yang Mengukuhkan Batas Indonesia

Discussion about this post

BERITA POPULER

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

Peternak Maggot Bingung Jual Hasil Panen

9 April 2021
Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

Unik dan Tak Biasa, Mengenal Kesenian Bogor yang Indah Bersejarah

8 April 2023
STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

STIKES UMMI BOGOR Buka Pendaftaran Mahasiswa

30 Mei 2022
KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

KSP SB Adukan Upaya Penghentian Penyitaan Aset ke Ombudsman dan Komisi Yudisial

16 September 2024
Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

Pemilu 2024, Total TPS di Kota Bogor Sebanyak 2.913 TPS

22 Juni 2023

DARI REDAKSI

Kasus PMK Merebak, Pasar Hewan Jonggal Ditutup

Kasus PMK Merebak, Pasar Hewan Jonggal Ditutup

28 Mei 2022
Pileg 2024, PKB Kota Bogor Siap Rebut Kemenangan 3 Besar 

Pileg 2024, PKB Kota Bogor Siap Rebut Kemenangan 3 Besar 

13 Mei 2023
bensin eceran

Wartawan dan Polisi Gadungan Peras Penjual Bensin Eceran di Puncak

30 September 2025
Anies Baswedan Siap Maju Pilpres 2024

Anies Baswedan Siap Maju Pilpres 2024

16 September 2022

Tentang Kami

bogorone.co.id

Selamat Datang di Bogorone.co.id,
Portal Berita yang dikelola oleh PT BOGOR ONE NET MEDIA - SK Kemenkumham RI
No. AHU-0072.AH.01.02.TAHUN 2016

Telah diverifikasi oleh

Dewan Pers

Sertifikat Nomor 1422/DP-Verifikasi/K/X/2025

Info Iklan – Redaksi – Visi dan Misi – Kode Etik Wartawan – Kode Perilaku Perusahaan – Pedoman Media Cyber – Kebijakan Privasi

    The Instagram Access Token is expired, Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to refresh it.

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • NEWS
  • BOGOR RAYA
  • NASIONAL
    • POLITIK
    • OLAHRAGA
    • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • WISATA
    • BUDAYA
    • SENI
  • HISTORIS

© 2022 BogorOne - All Right Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In