BogorOne.co.id | Jakarta – Tren furnitur 2026 diperkirakan bergerak ke arah desain yang lebih personal, hangat, dan fungsional. Gaya minimalis yang selama ini identik dengan tampilan rapi, seragam, dan bersih mulai ditinggalkan seiring perubahan kebutuhan penghuni rumah.
Sejumlah desainer interior menilai rumah kini tidak lagi dipandang sekadar ruang yang enak dilihat. Hunian modern disebut lebih menekankan kenyamanan, fungsi, serta kemampuan mencerminkan karakter penghuninya.
Perubahan itu terlihat dari sejumlah elemen furnitur yang diprediksi mulai ditinggalkan tahun depan. Salah satunya penggunaan furnitur satu set dengan model seragam, mulai dari meja, kursi, hingga lemari.
Konsep furnitur serasi dinilai membuat ruang terasa kaku dan kurang personal. Sebagai gantinya, tren baru mengarah pada konsep mix and match dengan memadukan berbagai model, material, dan tekstur dalam satu ruangan.
Material bouclé yang sempat populer beberapa tahun terakhir juga diperkirakan mulai berkurang. Kain bertekstur lembut itu dinilai terlalu banyak digunakan sehingga kehilangan daya tarik. Desainer mulai merekomendasikan linen slub atau chenille sebagai alternatif.
Perubahan serupa terjadi pada penggunaan kayu white oak yang sebelumnya mendominasi desain interior. Kini, material itu disebut mulai dipakai lebih selektif dan digantikan kombinasi beberapa jenis kayu dengan warna berbeda untuk memberi dimensi visual lebih kaya.
Di ruang makan, dekorasi meja berlebihan seperti table runner, ornamen besar, dan centerpiece ramai juga mulai ditinggalkan. Tren baru lebih mengutamakan tampilan sederhana dengan lilin ramping, vas kecil, atau bunga segar musiman.
Aksen kuningan atau brass yang sempat banyak digunakan pada furnitur turut diprediksi menurun. Sebagai pengganti, pasar mulai melirik chrome dan kombinasi beberapa jenis logam yang dinilai lebih modern.
Selain perubahan gaya, tren furnitur 2026 juga dipengaruhi meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Konsumen mulai mencari furnitur vintage, barang bekas berkualitas, hingga produk berbahan ramah lingkungan dengan umur pakai panjang.
Para ahli menyarankan masyarakat tidak mudah mengikuti tren sesaat saat membeli furnitur. Konsumen diminta lebih mengutamakan kualitas material, desain klasik, dan kesesuaian dengan kebutuhan sehari-hari.
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post