BogorOne.co.id – Kabupaten Bogor resmi mencatatkan sejarah baru dalam dunia sepak bola tanah air dengan menjadi tuan rumah seleksi perdana Tim Nasional Football 7 (FA7) Indonesia.
Stadion Pakansari dipilih sebagai lokasi utama untuk menyaring talenta-talenta terbaik yang akan berlaga di ajang FA7 World Championship 2026 di Honduras, Amerika Tengah.
Ketua KONI Kabupaten Bogor, Arif Rochmawan, menyambut hangat penunjukan daerahnya sebagai lokasi seleksi nasional ini. Menurutnya, hal ini merupakan kehormatan besar bagi masyarakat Bogor.
“Suatu penghormatan bagi kita, Kabupaten Bogor menjadi tempat pertama untuk seleksi Timnas FA7 Indonesia. Ini event internasional, tentunya Pemerintah Kabupaten Bogor dan KONI sangat support dan mendukung event ini,” ujar Arif Rochmawan, Kamis 14 Mei 2026.
Presiden FA7 Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro, menjelaskan bahwa pemilihan Stadion Pakansari bukanlah sebuah kebetulan. Sebagai seorang analis bola, ia ingin Bogor menjadi bagian dari tonggak sejarah perkembangan sepak bola format tujuh pemain (All Seven) di Indonesia.
“Saya ingin Bogor ini sebagai pembawa sejarah untuk bola seven ini. Makanya saya harapkan Bogor ini benar-benar menjadi simbol kemenangan V-Seven Indonesia,” ungkap Bambang.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bogor yang memfasilitasi penggunaan Stadion Pakansari alih-alih Stadion Persikabo yang awalnya direncanakan.
“Semangatnya Pak Bupati dan Ketua KONI dahsyat. Saya sebenarnya sudah cukup di Persikabo, tapi mereka bilang jangan, harus di Pakansari,” tambahnya.
Proses seleksi ini menarik minat pemain dari berbagai pelosok negeri. Pada hari pertama, tercatat sebanyak 35 pemain asal Jawa Barat telah hadir. Jumlah ini diperkirakan melonjak pada hari kedua hingga mencapai 60 orang dengan kehadiran pemain dari luar Jawa Barat seperti Madura, Ambon, Papua, hingga Katara.
Seluruh proses teknis seleksi ini dikoordinir langsung oleh tim kepelatihan yang dipimpin oleh Coach Nelson dan Coach Sese.
Timnas FA7 Indonesia dijadwalkan akan bertolak ke Honduras pada 24 Mei 2026. Kejuaraan dunia tersebut sendiri akan berlangsung pada 27 hingga 31 Mei 2026.
Terkait kondisi lapangan, Coach Nelson memberikan pujian setinggi langit untuk kualitas rumput dan fasilitas di Stadion Pakansari yang dinilainya sudah berstandar internasional.
Mengenai target di kancah dunia, Coach Nelson menegaskan mentalitas pantang menyerah meski persiapan tergolong singkat.
“Persiapan kita mungkin terlalu sedikit, menghadapi tim seperti Brasil dan Meksiko. Tetapi kita akan siap. Saya enggak suka kalah. Kalau kita bisa gelar salah satu posisi (juara), kenapa tidak?” tegas Coach Nelson.
Diharapkan melalui seleksi ketat di Bogor ini, Indonesia dapat mengirimkan duta-duta terbaiknya agar lagu Indonesia Raya dapat berkumandang dengan gagah di Honduras nanti.
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post