BogorOne.co.id – Inovasi hilirisasi komoditas pangan lokal berbahan dasar talas terus menembus batas baru di Kota Hujan. Adalah D’Talas, sebuah restoran baru di Kota Bogor, sukses mencuri perhatian publik dengan mengusung konsep kuliner sehat (healthy food) yang menyulap tepung talas sebagai bahan baku utama aneka menu modern, mulai dari pizza, churros, siomay, hingga kukis.
Berlokasi strategis di Ruko Samoraya, Jalan Brigjen Saptaji Hadi Prawira, Cilendek Barat (tepat di samping SPBU Cilendek), destinasi kuliner ini hadir sebagai representasi nyata dalam memperkenalkan potensi pangan lokal premium yang dikemas sesuai selera generasi muda.
Owner D’Talas, Iren, mengungkapkan bahwa cetak biru mendirikan lini restoran ini berawal dari rekam jejak perusahaannya yang bergerak di sektor hulu sebagai produsen tepung talas, di mana produknya telah berhasil menembus pasar internasional.
“Setelah kami sukses mempromosikan tepung talas ke luar negeri, kami menyadari potensinya yang luar biasa. Saat ini, hampir tidak ada tepung non-sereal lain yang memiliki kandungan serat tinggi dan mampu menggantikan peran tepung terigu secara langsung dengan rasio substitusi satu banding satu,” kata Iren.
Substitusi Terigu: Tinggi Serat dan Solusi Bebas Gluten
Secara sains pangan, tepung talas produksi D’Talas memiliki kandungan serat alami yang sangat tinggi, yakni mencapai 14,45%. Angka ini menjadikannya alternatif karbohidrat yang jauh lebih sehat dibandingkan tepung terigu konvensional di pasaran.
Iren menangkap peluang tersebut untuk mengawinkan kekayaan pangan tropis Nusantara dengan tren kuliner barat (Western food) yang digandrungi gen Z dan milenial.
“Anak-anak dan kaum muda sekarang sangat menyukai makanan barat. Dari situ kami terinspirasi menghadirkan pizza dan aneka camilan berbasis talas, bahkan mendampinginya dengan minuman tradisional jamu yang dikemas kekinian. Kami ingin menyajikan Western food versi yang jauh lebih sehat tanpa sedikit pun mengurangi kelezatan cita rasanya,” urai Iren.
Demi menjaga komitmen mutu dan keamanan pangan, D’Talas bahkan memproduksi bahan pelengkapnya secara mandiri (homemade) tanpa campuran zat pengawet kimia. Salah satunya adalah sosis toping pizza yang dibuat dengan komposisi daging ayam murni di atas 80%, dicampur pati talas, tanpa tambahan lemak murni maupun kulit ayam.
Selain menyediakan varian menu ramah penderita intoleransi gluten (gluten-free), D’Talas juga memfasilitasi kebutuhan gaya hidup sehat yang dinamis lewat opsi menu low gluten, vegan, hingga dairy-free (bebas kandungan susu sapi).
Pizza Topping Peuyeum Jadi Primadona Unik
Dari sekian banyak menu, salah satu yang menjadi hidangan andalan otentik di restoran ini adalah Pizza dengan topping peuyeum (tape singkong). Menu ini menjadi simbol diplomasi kuliner yang menyatukan adonan modern dengan produk fermentasi tradisional Indonesia.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa peuyeum adalah pangan fermentasi yang bernilai gizi tinggi. Saat dikombinasikan dengan basis adonan tepung talas, karakteristik rasanya justru menyatu dengan sangat baik dan menciptakan harmoni rasa yang unik,” tuturnya.
Iren menambahkan, varietas baku yang dipilih adalah Talas Belitung atau yang akrab dikenal sebagai talas kimpul/mbote. Jenis ini dipilih karena memiliki keunggulan biologis: kaya senyawa bioaktif, polifenol, mikronutrien (zinc, magnesium, kalsium, vitamin D, kolin), serta dapat dibudidayakan secara organik 100% tanpa ketergantungan pada pupuk kimia maupun pestisida.
Peta Harga dan Prospek Ekspansi Pasar Global
Bagi masyarakat yang ingin berburu kuliner sehat ini, D’Talas mematok harga yang cukup kompetitif untuk ukuran makanan sehat berstandar ekspor:
Tepung Talas Kemasan: Rp28.000 (500 gram) dan Rp53.000 (1 kilogram).
Menu Siap Saji (Pizza): Dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga Rp60.000 per porsi.
Kukis Sehat: Mulai dari kisaran Rp50.000-an.
Reputasi produk hilirisasi asal Bogor ini tidak perlu diragukan lagi. Di pasar internasional, komoditas tepung talas mentah produksi mereka telah sukses diekspor secara reguler ke negara Oman di Timur Tengah. Sementara untuk produk olahan matang seperti kukis talas, pasarnya telah merambah ke retail Singapura dan Malaysia.
Manajemen D’Talas mengaku sangat optimistis bahwa volume ekspor sektor pangan sehat berbasis kearifan lokal ini akan terus terkerek naik, seiring dengan meningkatnya kesadaran global (global health awareness) terhadap pentingnya konsumsi makanan tinggi serat demi menghindari penyakit degeneratif.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien
























Discussion about this post