BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Dampak musim kemarau 2026 di Kabupaten Bogor terus meluas. Setelah sebelumnya tiga desa di wilayah Citeureup, Nanggung, dan Babakan Madang mengalami krisis air bersih, kini ratusan kepala keluarga (KK) di Kecamatan Jonggol dan Kecamatan Sukajaya mulai kesulitan mendapatkan pasokan air.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Adam Hamdani mengatakan salah satu lokasi yang mendapat bantuan air bersih berada di Kampung Cigaruguy, Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol.
Menurut Adam, berkurangnya curah hujan secara drastis akibat anomali iklim dan musim kemarau menyebabkan cadangan air menurun serta sejumlah sumber mata air berkurang.
“Sebanyak 41 KK atau 203 jiwa terdampak kondisi tersebut,” kata Adam, Senin, 22 Juni 2026.
Untuk membantu warga, BPBD Kabupaten Bogor mendistribusikan 5.000 liter air bersih atau satu ritase ke wilayah tersebut.
Meski demikian, Adam menilai kondisi di Jonggol belum dapat dikategorikan sebagai kekeringan parah. Menurut dia, sebagian sumur milik warga masih memiliki cadangan air.
“Dilihat dari kondisi di lapangan, sumber air dari sumur milik warga sebagian masih tersedia. Meski ada beberapa sumur yang sudah mengering, warga masih dapat dibantu oleh tetangga yang sumurnya masih memiliki air bersih,” ujarnya.
Selain Jonggol, BPBD juga menyalurkan bantuan air bersih ke Kampung Parigi, Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya. Dampak kekeringan di wilayah ini tercatat lebih besar dengan jumlah warga terdampak mencapai 327 KK atau sekitar 1.000 jiwa.
Adam menjelaskan, menurunnya intensitas hujan dalam waktu yang cukup lama menyebabkan sumber air dari sumur resapan mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD bekerja sama dengan PDAM Tirta Alam Cibungbulang menyalurkan 10.000 liter air bersih melalui dua ritase pengiriman.
Meski begitu, Adam mengatakan kondisi di kedua wilayah tersebut masih terkendali. Di Kampung Cigaruguy, Jonggol, hujan yang turun pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, turut membantu menambah pasokan air bagi warga.
“Untuk sementara, kebutuhan air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat,” kata Adam.
Dengan bertambahnya dua lokasi tersebut, jumlah wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Bogor terus meningkat seiring musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post