BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Sejumlah petani di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, dilaporkan mulai meninggalkan budidaya padi dan beralih ke komoditas lain. Langkah ini diambil lantaran lahan persawahan mereka mengalami kekeringan ekstrem akibat rusaknya jaringan irigasi yang dibiarkan tanpa perbaikan selama enam tahun terakhir.
Kondisi tersebut diperparah oleh kegagalan panen yang melanda program percontohan ketahanan pangan bentukan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK KNPI) Jasinga bersama Kelompok Tani Dasa Mitra Mandiri di Kampung Tarisi, Desa Bagoang. Program swadaya yang baru berjalan satu musim tanam itu mencatat hasil produksi yang jauh dari kata ideal.
Ketua PK KNPI Jasinga, Ama Dery, mengungkapkan ketiadaan pasokan air membuat para petani tidak punya pilihan selain membiarkan sawah mereka telantar atau mengganti jenis tanaman.
“Banyak saluran irigasi mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, tertutup rerumputan, bahkan terdapat bagian yang rusak pascabencana. Akibatnya, distribusi air ke wilayah hilir seperti Desa Bagoang dan Desa Pangaur menjadi tidak optimal,” ujar Dery, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Dery, migrasi komoditas ini menjadi sinyal bahaya bagi sektor pertanian di wilayah Jasinga. Jika terus dibiarkan, penurunan produktivitas lahan secara masif ini berpotensi memicu dampak sosial-ekonomi yang lebih luas, termasuk melonjaknya angka warga yang kehilangan mata pencaharian utama mereka sebagai petani padi.
Melalui program ketahanan pangan di atas dua petak sawah itu, KNPI Jasinga mengaku baru menyadari langsung beratnya beban hidup yang dipikul warga setempat akibat pembiaran infrastruktur oleh pemerintah daerah.
“Kami baru satu kali menjalankan masa tanam sudah merasakan beratnya kondisi yang dihadapi. Bayangkan bagaimana para petani yang selama enam tahun harus menghadapi persoalan serupa secara terus-menerus,” tegas Dery.
Atas kondisi kritis ini, KNPI Jasinga mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk segera mengalokasikan anggaran guna rehabilitasi total sistem irigasi di wilayah tersebut. Dery menegaskan, intervensi anggaran dari pemerintah adalah satu-satunya solusi konkret untuk menyelamatkan nasib para petani padi Jasinga agar tidak semakin terpuruk.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post