BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Ratusan warga di tiga desa di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, terpaksa memanfaatkan aliran Sungai Cileungsi untuk memenuhi kebutuhan MCK (mandi, cuci, kakus) akibat kekeringan. Karakteristik tanah cadas di wilayah tersebut membuat sumur-sumur warga mulai mengering hanya dalam waktu sepekan setelah kemarau melanda.
Ketua RT setempat, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa tiga wilayah yang paling terdampak dan bergantung pada aliran sungai ini adalah Desa Tarikolot, Desa Gunungsari, dan Desa Citeureup. Untuk mencapai sungai yang berada di perbatasan Kampung Bojong Engsel dan Kampung Lemper tersebut, warga harus melewati akses jalan berbatu, berdebu, dan dipenuhi genangan.
“Kalau kemarau, biasanya warga pada ke sini untuk mandi, cuci pakaian, perabot dapur, sampai mencuci kendaraan. Di kampung kami itu kemarau hanya kisaran satu minggu saja, sumur sudah kering,” ujar Anwar, Selasa, 23 Juni 2026.
Meski debit air sungai diandalkan untuk kebutuhan sanitasi, warga tidak menggunakannya untuk konsumsi. Guna memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air galon kemasan karena kualitas air sungai dinilai tidak layak konsumsi.
Anwar menambahkan, saat kemarau panjang tiba, warga sebenarnya mendapatkan bantuan pasokan air bersih melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Namun, lokasi pengambilan bantuan air tersebut dinilai kurang strategis. Warga harus berjalan cukup jauh menuju pintu masuk kawasan perusahaan.
Oleh karena itu, warga mendesak pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk memberikan solusi jangka panjang.
“Kami sangat membutuhkan saluran pipa atau jaringan distribusi air bersih yang bisa menyeberang melalui akses sungai ini, jadi warga tidak terlalu jauh harus mengambil ke pintu masuk Indocement,” tutur Anwar.
Di sisi lain, pemanfaatan Sungai Cileungsi ini bukan tanpa risiko. Anwar mengungkapkan kekhawatirannya jika wilayah Bogor dilanda hujan deras secara tiba-tiba. Debit air Sungai Cileungsi kerap meningkat drastis dan arusnya menjadi sangat berbahaya bagi warga yang beraktivitas di bantaran.
“Sangat khawatir, kalau musim hujan deras di Bogor, kali ini bisa besar sekali dan sering memakan korban juga,” imbuhnya.
Hujan yang sempat mengguyur wilayah Bogor dalam dua hari terakhir membuat sebagian sumur warga kembali terisi, sehingga aktivitas warga di bantaran Sungai Cileungsi tidak sepadat hari-hari sebelumnya.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post