BogorOne.co.id | Caringin – Kerusakan irigasi Palayangan di Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang longsor sejak sekitar dua tahun lalu hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi tersebut kini semakin memprihatinkan karena berdampak langsung terhadap ribuan warga di dua desa, yakni Desa Ciderum dan Desa Ciherang Pondok.
Irigasi Palayangan yang selama ini menjadi sumber utama pengairan untuk kebutuhan pertanian dan kebutuhan air masyarakat kini tidak lagi berfungsi secara optimal. Akibatnya, warga yang tinggal di sepanjang jalur irigasi mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sementara lahan pertanian yang sebelumnya produktif mulai berubah fungsi.
Di Desa Ciherang Pondok, sedikitnya tiga RW terdampak, yakni RW 01, RW 02, dan RW 03.
Sementara di Desa Ciderum, tiga RW yang berada di sepanjang aliran irigasi juga merasakan dampak yang sama. Sumur-sumur warga mulai mengering, sehingga sebagian masyarakat harus menggali sumur baru atau mencari sumber air dari lokasi yang lebih jauh.
Ketua RW 03 Desa Ciherang Pondok, Ujang Suganda, mengatakan kerusakan irigasi yang dibiarkan terlalu lama telah menyebabkan krisis air yang semakin parah. Menurutnya, bukan hanya kebutuhan pertanian yang terganggu, tetapi juga kebutuhan air bersih masyarakat sehari-hari.
”Sudah hampir dua tahun kondisi ini belum juga ada perbaikan. Dampaknya sekarang sangat terasa. Air semakin sulit, sawah banyak yang tidak bisa ditanami padi lagi, bahkan sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya, Senin 13 Juli 2026.
Ujang berharap Pemerintah Kabupaten Bogor melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan permanen terhadap irigasi Palayangan. Ia khawatir apabila terus dibiarkan, kerugian masyarakat akan semakin besar dan produktivitas pertanian di wilayah tersebut akan terus menurun.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Ciherang Pondok, Lily, mengaku keluarganya sudah dua kali menggali sumur resapan karena sumur lama tidak lagi mengeluarkan air.
”Sumur di rumah sudah kering. Kami sampai dua kali menggali sumur baru karena air sudah tidak keluar lagi. Sekarang pun debit airnya sangat kecil sehingga harus hemat menggunakan air setiap hari,” ungkapnya.
Selain berdampak terhadap kebutuhan air bersih, kerusakan irigasi juga mengakibatkan puluhan hektare lahan persawahan kehilangan pasokan air. Banyak petani akhirnya mengubah sawah menjadi lahan perkebunan atau membiarkannya tidak digarap karena hanya mengandalkan air hujan.
Warga berharap pemerintah tidak lagi menunda penanganan irigasi Palayangan. Mereka meminta adanya langkah nyata untuk memperbaiki saluran irigasi yang longsor agar ribuan warga di Desa Ciderum dan Desa Ciherang Pondok dapat kembali menikmati pasokan air bersih serta mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian masyarakat.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : Muttaqien


























Discussion about this post