BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, memimpin rapat Badan Anggaran atau Banggar yang digelar di ruang rapat paripurna Jumat 3 Juli 2026 di Gedung DPRD Kabupaten Bogor.
Rapat Banggar menjadi bagian dari pembahasan berbagai program dan perencanaan anggaran yang akan dialokasikan untuk berbagai pembangunan di seluruh sektor untuk tahun berikutnya.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menegaskan, agenda tersebut dilaksanakan untuk memastikan proses penyusunan dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berjalan sesuai prinsip efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas.
Melalui pembahasan tersebut, DPRD bersama pihak terkait berupaya mengoptimalkan penggunaan anggaran agar tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berbagai aspek perencanaan dan pengalokasian anggaran menjadi perhatian agar setiap program pembangunan dapat dilaksanakan secara efisien serta mendukung peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Bogor.
“Ya, seluruh proses pembahasan anggaran dapat menghasilkan keputusan yang berkualitas dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” kata Sastra, Senin 6 Juli 2026.
Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah yang baik menjadi salah satu kunci dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Salah satu yang menjadi perhatian khusus Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara adalah kebutuhan layanan kesehatan di kawasan perbatasan yakni di Kacatan Tanjungsari harus diperjuangkan di anggaran tahun depan.
Sebab menurutnya, masyarakat di wilayah tersebut berhak memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih mudah dan memadai.
“Tentu pertama kita melihat keuangan daerah di sektor kesehatan harus menjadi skala prioritas utama untuk masyarakat kita, apa lagi yang wilayahnya di wilayah perbatasan seperti Tanjungsari, makanya akan kita lokasikan anggaran di 2027,” ungkapnya.
Iya berjanji, untuk menindaklanjuti perihal tersebut, DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk menentukan bentuk peningkatan layanan yang paling dibutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.
“Makanya nanti kita tanyakan ke Dinkes, pelayanan yang cukup krodit kajian apa yang bisa lakukan, agar penanganan peningkatan fasilitas kesehatan dapat secara cepat terealisasi dan dirasakan di lingkungan masyarakat,” tandasnya.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mulai mengkaji rencana penguatan fasilitas kesehatan di Kecamatan Tanjungsari.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengatakan pihaknya akan melakukan kajian berdasarkan jumlah kunjungan pasien dan kebutuhan layanan rujukan dari masyarakat Tanjungsari.
“Nanti kita kaji lagi ya, karena kita akan lihat dulu berapa jumlah kunjungan yang memerlukan fasilitas rujukan di sana. Kecamatan Tanjungsari sebenarnya telah memiliki sejumlah puskesmas, termasuk Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP),” tandasnya.
Meski demikian lanjut dia, evaluasi tetap diperlukan untuk memastikan apakah kapasitas layanan yang ada sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat atau belum, maka dari evaluasi maka akan diketahui kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi oleh Pemkab Bogor.
Reporter : Yudi S
Editor : Ryan M


























Discussion about this post