BogorOne.co.id — Langkah Direktur Umum (Dirum) Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Samsudin, yang mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya mendapat respons serius dari Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Achmad Rifky Alaydrus.
Anggota legislatif meminta agar proses ini tidak mengganggu pelayanan publik serta menjadi momentum pembenahan total di tubuh BUMD tersebut.
Merespons kabar tersebut, jajaran Komisi II DPRD Kota Bogor menyatakan menghormati seluruh proses administrasi yang saat ini tengah berjalan di Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).
”Bagi kami di Komisi II, yang paling penting adalah jangan sampai proses pergantian atau kekosongan jabatan direksi ini mengganggu pelayanan, operasional, dan agenda pembenahan Perumda Pasar Pakuan Jaya,” tegas Rifki, Rabu (5/8/2026).
Guna mencegah stagnasi operational, Komisi II mengimbau Pemkot Bogor untuk segera memastikan adanya Pelaksana Tugas (Plt) atau mekanisme kepemimpinan yang jelas.
Langkah ini dinilai krusial agar tidak terjadi kevakuman dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan.
Selain itu, Komisi II juga meminta agar hasil evaluasi Dewan Pengawas terhadap kinerja direksi dan perusahaan menjadi perhatian serius KPM.
”Jangan hanya berhenti pada pergantian orang. Ini harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan tata kelola, perbaikan kinerja keuangan, optimalisasi aset dan pasar, serta peningkatan kontribusi Perumda PPJ terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor,” tambahnya.
Terkhusus kepada Wali Kota Bogor selaku KPM, Komisi II menyampaikan pesan tegas agar keputusan yang diambil didasarkan pada prinsip objektif, transparan, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Jika memang pergantian direksi diperlukan,
Pemkot Bogor diminta memastikan prosesnya melahirkan figur yang memiliki kompetensi, integritas, serta visi kuat untuk membenahi Perumda PPJ.
Komisi II menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara ketat. Pengawasan ini bertujuan memastikan bahwa setiap keputusan bukan sekadar menyelesaikan persoalan administratif semata, melainkan menjadi bagian dari perbaikan fundamental agar BUMD semakin sehat dan profesional.
”Jangan sampai pasar hanya ramai oleh aktivitas perdagangan, tetapi BUMD-nya justru sepi dari prestasi. Sudah saatnya Perumda PPJ benar-benar berbenah, naik kelas, dan mampu memberikan dividen yang nyata untuk PAD Kota Bogor,” pungkasnya.
Reporter : Resha Bunai
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post