BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor memperpanjang penerapan kerja dari rumah (work from home/WFH) bagi sebagian aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan itu dipertahankan setelah pemerintah daerah menilai skema tersebut mampu menekan biaya operasional perkantoran.
WFH yang diberlakukan setiap Jumat telah berjalan selama sekitar empat bulan. Namun, tidak seluruh ASN dapat mengikuti skema tersebut karena sebagian pekerjaan tetap membutuhkan kehadiran langsung di kantor.
Dari total sekitar 11.000 ASN di lingkungan Pemkot Bogor, hanya 9 persen atau sekitar 1.054 pegawai yang diperbolehkan bekerja dari rumah setiap pekan.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, hasil evaluasi sementara menunjukkan kebijakan WFH memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran, terutama untuk penggunaan fasilitas kantor seperti listrik dan air.
“Setelah kami lihat, ternyata ada dampak terhadap efektivitas kerja sekaligus pengurangan biaya operasional di kantor-kantor,” kata Dedie kepada wartawan.
Menurut dia, pengurangan aktivitas kantor selama satu hari dalam sepekan membuat penggunaan sejumlah perangkat elektronik ikut berkurang. Salah satu komponen yang paling terasa adalah penggunaan pendingin ruangan dan penerangan di kantor pemerintahan.
Dedie menyebut efisiensi dari penerapan WFH dapat mencapai sekitar Rp1 miliar setiap bulan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bogor.
“Selama ini hari Jumat ada AC, lampu menyala, air mengalir. Dengan WFH, ternyata ada efisiensi sekitar Rp1 miliar per bulan dari keseluruhan kantor OPD,” ujarnya.
Meski memberikan penghematan, Pemkot Bogor masih akan mengevaluasi efektivitas kebijakan tersebut. Evaluasi lanjutan rencananya dilakukan dalam rapat kerja pemerintah daerah pada pertengahan Agustus 2026.
“Nanti pertengahan Agustus akan ada rapat kerja pemerintah daerah, termasuk membahas WFH dan kebijakan lainnya,” ujar Dedie.
Kebijakan perpanjangan WFH bagi ASN tersebut merupakan bagian dari arahan pemerintah pusat. Skema kerja dari rumah itu direncanakan tetap berlangsung hingga September 2026.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post