BogorOne.co.id | Kota Bogor – Jembatan Leuwitarik yang menghubungkan Kelurahan Ranggamekar dan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, ditutup sementara hingga Desember 2026. Penutupan dilakukan untuk memperbaiki struktur sekaligus memperlebar jembatan.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 150 hari kalender, mulai 4 Agustus hingga Desember 2026.
Menurut dia, jembatan tersebut membutuhkan penanganan struktural dan peningkatan fungsi. Salah satunya dengan memperlebar badan jembatan dari sekitar 1,2 meter menjadi 2 meter.
“Pelebaran tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jembatan, baik dari Ranggamekar ataupun sebaliknya,” kata Chusnul, Rabu (26/8/2026).
Chusnul mengatakan pemerintah memahami jembatan itu menjadi akses penting bagi warga. Terlebih, jalur tersebut selama ini digunakan sebagai jalan alternatif bagi pengendara sepeda motor ketika trase Batutulis dikerjakan.
Namun, berdasarkan pertimbangan teknis dan hasil pembahasan lintas perangkat daerah, perbaikan jembatan dinilai perlu dilakukan tahun ini.
“Pertimbangan teknis dan hasil pembahasan lintas perangkat daerah, pelaksanaan perbaikan jembatan tetap perlu dilakukan pada tahun 2026,” ujarnya.
Perbaikan Jembatan Leuwitarik juga merupakan bagian dari aspirasi warga yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Karena itu, proyek tersebut telah melalui proses perencanaan dan penganggaran untuk Tahun Anggaran 2026.
Chusnul mengatakan penundaan pekerjaan justru berpotensi membuat proyek tidak dapat segera dilaksanakan pada tahun berikutnya. Pemerintah harus kembali menjalani proses perencanaan dan penganggaran sesuai mekanisme yang berlaku.
“Karena keterbatasan ruang fiskal serta tahapan penyusunan anggaran tahun berikutnya, perbaikan jembatan belum tentu bisa dikerjakan pada tahun 2027,” katanya.
Nilai kontrak pekerjaan perbaikan Jembatan Leuwitarik mencapai Rp 1,209 miliar. Pemerintah Kota Bogor meminta masyarakat memahami kondisi tersebut dan mendukung proses pengerjaan hingga selesai.
“Disperumkim memohon pengertian, dukungan, dan kerja sama masyarakat selama proses perbaikan berlangsung,” ujar Chusnul.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post