BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Angka 9 tahun menjadi target rata-rata lama sekolah Kabupaten Bogor pada 2026. Di belakang target itu, ada pekerjaan yang belum selesai: sekitar 68 ribu anak masih belum atau tidak lagi bersekolah.
Pemerintah Kabupaten Bogor kini masih harus mengerek rata-rata lama sekolah (RLS) dari 8,72 tahun. Dibutuhkan kenaikan 0,28 poin agar target tersebut tercapai pada tahun ini.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rameni, mengatakan peningkatan RLS menjadi salah satu target yang terus didorong pemerintah daerah. Salah satu strategi yang dilakukan ialah memperkuat penanganan anak tidak sekolah (ATS).
“Sekarang angka RLS kita 8,72 tahun dan mudah-mudahan tahun ini naik di angka 9,00 tahun. Ini yang menjadi target kaitan dengan RLS,” ujar Rameni, Rabu, 15 September 2026.
Menurut Rameni, penanganan ATS memiliki peran penting dalam mengejar target tersebut. Sebab, masih terdapat sekitar 68 ribu anak di Kabupaten Bogor yang belum mengenyam pendidikan atau tidak lagi bersekolah.
Jumlah itu menjadi salah satu tantangan pemerintah daerah dalam meningkatkan lama pendidikan masyarakat. Karena itu, upaya mengembalikan anak-anak ke jalur pendidikan dilakukan melalui sejumlah intervensi dengan melibatkan berbagai pihak.
“Kita harap dengan upaya ini dapat memberikan dampak kenaikan angka rata-rata lama sekolah hingga 9,00 tahun di 2026,” kata Rameni.
Bagi Rameni, kenaikan RLS tidak semata-mata soal mengejar angka statistik. Bertambahnya masa pendidikan masyarakat diharapkan ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Bogor.
Tingkat pendidikan yang lebih baik juga diharapkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pada akhirnya, peningkatan kualitas pendidikan diharapkan berkontribusi terhadap kesejahteraan warga di Kabupaten Bogor.
Kabid Pembinaan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Siswanto, mengatakan penuntasan anak tidak sekolah menjadi salah satu fokus dalam mengejar target RLS.
“Yang menjadi fokus kita selain penuntasan angka anak tidak sekolah, kita juga menargetkan adanya kenaikan angka RLS di Kabupaten Bogor, yaitu minimal mencapai 9,00 tahun,” kata Siswanto.
Ia berharap berbagai program dan intervensi yang telah dilakukan memberikan dampak terhadap peningkatan RLS secara signifikan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor terus mendorong penanganan ATS agar anak-anak yang sudah tidak bersekolah kembali memperoleh akses pendidikan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendongkrak RLS dari 8,72 tahun menjadi 9,00 tahun pada 2026.
Dengan target yang tinggal berjarak 0,28 poin, penanganan terhadap puluhan ribu anak yang berada di luar sistem pendidikan menjadi salah satu pekerjaan penting Pemerintah Kabupaten Bogor tahun ini.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post