BogorOne.co.id | Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan sepatu sekolah berbahan karet lokal seharga sekitar Rp75 ribu untuk mendukung kebutuhan siswa Sekolah Rakyat. Inovasi itu muncul setelah Presiden Prabowo Subianto meminta BRIN mencarikan solusi alas kaki murah bagi masyarakat.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pengembangan sepatu tersebut dilakukan di Serpong dengan memanfaatkan bahan baku karet lokal. Menurut dia, penggunaan material lokal membuat biaya produksi lebih rendah dibandingkan sepatu sekolah pada umumnya.
“Ini sepatu BRIN produk lokal. Presiden juga pesan, ‘BRIN tolong dong bikin yang bisa menyelesaikan masalah sepatu’,” kata Arif dikutip dari beritasatu.com, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Arif menjelaskan harga sepatu yang dikembangkan BRIN bervariasi tergantung model dan bahan yang digunakan. Sebagian produk dibanderol sekitar Rp75 ribu, sedangkan model lainnya dijual di atas Rp100 ribu.
“Ya saat ini harga kan bervariasi, motifnya, bahannya, sekitar Rp75 ribuan. Ada juga yang di atas Rp100 ribu juga ada,” ujarnya.
Menurut Arif, BRIN tengah menyiapkan kerja sama dengan mitra industri agar produk tersebut dapat diproduksi secara massal. Langkah itu diperlukan untuk memperluas jangkauan distribusi sekaligus memenuhi kebutuhan program Sekolah Rakyat.
“Ya nanti kita mencari mitra industri supaya bisa produksi lebih banyak lagi,” kata dia.
Arif mengatakan pengembangan sepatu murah tersebut diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan alas kaki siswa Sekolah Rakyat. Ia menilai inovasi berbasis karet lokal dapat menjadi alternatif produk yang terjangkau tanpa mengurangi kenyamanan pengguna.
Saat bertemu wartawan, Arif sempat menunjukkan dan menawarkan sepatu tersebut untuk dicoba. Menurut dia, produk itu ringan, nyaman dipakai, dan memiliki harga yang relatif murah.
Arif hadir di Istana Kepresidenan Jakarta untuk mengikuti pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sekitar 150 peneliti BRIN. Dalam pertemuan itu, para peneliti memaparkan sejumlah hasil riset dan inovasi yang disiapkan untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan nasional.
Editor : R. Muttaqien


























Discussion about this post