BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pagar pembatas SDN Padurenan, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang miring ke arah jalan belum kunjung diperbaiki. Kondisi ini membuat orang tua siswa khawatir pagar roboh dan menimpa warga atau pengguna jalan.
Pagar besi dan tembok pembatas sekolah terlihat tidak lagi tegak. Sejumlah bagian bahkan condong ke badan jalan. Untuk mencegah pagar roboh, warga dan pihak sekolah memasang tali serta kawat yang diikatkan ke sejumlah pohon di sekitar lokasi.
Penjaga SDN Padurenan, Kudu, mengatakan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar dua tahun. Dalam setahun terakhir, pagar yang semakin miring ditahan dengan ikatan tali.
“Sudah sekitar setahun. Belum lepas karena diikat. Ini sudah lama, mungkin sekitar dua tahunan,” ujar Kudu.
Menurut Kudu, kondisi pagar juga membuat pedagang yang biasa berjualan di dekat sekolah harus dipindahkan. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko jika pagar tiba-tiba roboh.
“Takut roboh. Tadi banyak pedagang yang dagang di sini, sudah dipindahkan ke sana karena khawatir roboh,” katanya.
Kekhawatiran serupa disampaikan Ani, orang tua siswa SDN Padurenan. Ia mengatakan kondisi pagar sudah terlihat bermasalah sejak anaknya masuk kelas 1 hingga kini duduk di kelas 3A.
“Anak saya sekarang sudah kelas 3. Sejak masuk kelas 1, kondisinya sudah seperti ini,” kata Ani kepada Radar Bogor, Kamis (20/8/2026).
Ani berharap pemerintah daerah segera memperbaiki pagar tersebut. Menurut dia, lokasi pagar yang berada tepat di sisi jalan membuat risikonya tidak hanya mengancam siswa dan warga sekolah, tetapi juga pengguna kendaraan.
Ia mengatakan persoalan itu telah disampaikan kepada pihak sekolah. Berdasarkan informasi yang diterimanya, perbaikan pagar sudah diajukan melalui mekanisme penganggaran.
“Saya sudah pernah menyampaikan ke wakil kepala sekolah. Katanya sudah dalam pengajuan. Bapak Camat juga sudah berkunjung, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya.
Ani menambahkan, pihak sekolah menjelaskan bahwa Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tidak dapat digunakan untuk membiayai seluruh perbaikan pagar karena memiliki sejumlah peruntukan lain.
Kepala SDN Padurenan, Heni Herliani, membenarkan sekolah masih menunggu bantuan untuk memperbaiki pagar. Usulan perbaikan telah dimasukkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Bogor.
“Sekarang tinggal menunggu bantuan turun. Sudah masuk antrean pertama hasil Musrenbang Kabupaten. Mudah-mudahan awal 2027 sudah terealisasi,” ujar Heni.
SDN Padurenan berada di Kampung Poncol, Desa Curug, Kecamatan Gunungsindur. Bangunan sekolah berdiri di sisi jalan yang setiap hari dilalui kendaraan bermotor.
Kondisi tersebut membuat pagar yang mulai condong ke arah jalan menjadi persoalan keselamatan. Jika roboh, dampaknya berpotensi mengenai aktivitas di dalam sekolah maupun kendaraan dan warga yang melintas.
Warga dan orang tua siswa berharap pemerintah daerah mempercepat perbaikan sebelum kerusakan bertambah parah. Bagi mereka, menunggu pagar roboh lebih dulu bukan pilihan.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien

























Discussion about this post