BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor berupaya memperluas daya tarik pariwisata kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, dengan mengembangkan destinasi berbasis alam, religi, dan sejarah. Langkah ini dilakukan agar sektor pariwisata tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan kawasan Puncak memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Selain perkebunan teh dan kawasan alam, wilayah tersebut menyimpan sejumlah situs religi dan sejarah yang dinilai belum sepenuhnya dioptimalkan.
Hal itu disampaikan Rudy saat meninjau penataan kawasan Puncak di Telaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat, 6 November 2026.
Menurut Rudy, pengembangan pariwisata perlu melibatkan masyarakat dan pengelola desa wisata. Ia mencontohkan Telaga Saat yang masih mempertahankan keasrian perkebunan teh serta menggunakan konsep bangunan rumah panggung pada sejumlah fasilitas wisatanya.
Konsep tersebut, kata dia, menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan fasilitas wisata dan kelestarian lingkungan. Pembangunan tidak boleh sampai menutup permukaan tanah atau menghambat aliran air.
“Kita sangat mengapresiasi rekan-rekan desa wisata yang mengoptimalkan potensi desanya, mengangkat sektor pariwisata, tetapi tetap memperhatikan aspek lingkungan,” kata Rudy.
Potensi wisata Puncak, menurut Rudy, juga dapat dikembangkan melalui destinasi religi dan sejarah. Salah satunya Masjid Atta’awun yang pengelolaan operasionalnya telah diserahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Pemerintah Kabupaten Bogor.
Selain itu, terdapat monumen helikopter yang berkaitan dengan gugurnya Pahlawan Nasional Laksamana R.E. Martadinata. Kawasan Puncak juga memiliki makam K.H. Idham Chalid yang berpotensi menjadi tujuan wisata religi.
“Kawasan Bogor Selatan memiliki kekayaan potensi wisata yang luar biasa. Tidak hanya keindahan alam, tetapi juga keberadaan para tokoh agama, kiai, ulama, dan habib yang turut berperan dalam kehidupan sosial masyarakat,” ujar Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor, kata Rudy, akan mendorong pengembangan potensi tersebut melalui kolaborasi dengan pengelola desa wisata, pelaku usaha, dan masyarakat. Sejumlah perangkat daerah juga akan dilibatkan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan guna meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha pariwisata.
Rudy berharap program pemerintah dapat memberikan dukungan tidak langsung kepada pelaku usaha di kawasan Puncak. Dengan demikian, pengembangan pariwisata tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Kita ingin pemerintah berkegiatan memberikan subsidi secara tidak langsung kepada para pelaku dunia usaha yang ada di kawasan Puncak,” tuturnya.
Pengembangan wisata alam, religi, dan sejarah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Puncak sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Bogor. Namun, pemerintah tetap dituntut memastikan pembangunan kawasan wisata berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Reporter : Yudi Surahman
Editor : R. Muttaqien























Discussion about this post