BogorOne.co.id | Kabupaten Bogor – Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur hari ini, Sabtu (18/09/21) melakukan pertemuan melakukan diskusi mencari solusi terkait permasalahan Puncak.
Pertemuan yang dipimpin Bupati Kabupaten Bogor dan Bupati Cianjur beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kedua daerah, dilakukan di Melrimba Garden, Jl. Raya Puncak Gadog KM 87, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.
Bupati Bogor Ade Yasin menerangkan, pertemuan tersebut mendiskusikan dan mencari solusi bersama, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk penanganan kawasan Puncak, untuk menghasilkan solusi terbaik.
“Tiada hari tanpa macet di Puncak, Puncak ini selalu viral karena perhatian media selalu tertuju ke sana. Dulu Puncak pernah jadi destinasi wisata nasional, tapi karena macet akhirnya dicabut. Tapi tetap saja Puncak dianggap menarik oleh wisatawan. Kenapa Puncak menarik perhatian, karena alamnya yang indah,” terangnya
Ade menjelaskan, kami pada intinya mendukung kebijakan pemerintah pusat menerapkan ganjil genap di wilayah Puncak, karena sudah 36 tahun kita melakukan sistem satu arah, mudah-mudahan dengan ganjil genap akan ada perubahan atau perbaikan.
Namun kata dia, jangan hanya memperhatikan Puncak itu dari sisi macetnya saja, selalu jadi persoalan adalah macet, yang dicari solusinya soal macet, yang harus diselesaikan soal macet. “Kita lupa ada potensi yang cukup besar di Puncak ini, yaitu potensi ekonomi dan pariwisata,” tandas Ade.
Sementara Bupati Cianjur, Herman Suherman mengungkapkan, pertemuan ini begitu penting demi pembangunan jalur Puncak 2, yang lebih penting lagi adalah pemerintah pusat bisa mendengar aspirasi dari bawah. “Kami Kabupaten Cianjur sangat merasakan imbasnya,” katanya.
Diakui dia, dulu wilayah Cipanas itu ramai wisatawan, sekarang sepi, karena mau ke Cianjur dari Jakarta, Puncak macet, dari Bandung mau ke Cianjur juga macet, dari Sukabumi juga macet.
“Sehingga kami di Kabupaten Cianjur sangat terdampak dengan sepinya wisatawan. Orang-orang pasti sudah lelah mau ke Cianjur akibat berlama-lama di jalan karena macet, akhirnya mereka tidak sampai masuk Cianjur,” ungkap Herman.
Herman menuturkan, untuk kebijakan ganjil genap, Kabupaten Cianjur setuju, terima kasih kepada Kementerian Perhubungan bahwa kebijakan ganjil genap ini dikecualikan untuk warga Cianjur asalkan memperlihatkan KTP.
Selanjutnya, Kepala Sub Direktorat Lalu Lintas Transportasi Darat, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bram Hertasning mengatakan, masalah Puncak sudah menjadi perhatian nasional.
Karena lanjut dia, kemacetannya semakin lama dianggap dapat mempengaruhi pada hal-hal lain, disamping itu ekonomi dan pariwisata Puncak perlu juga mendapat perhatian.
“Kami melakukan beberapa kali rapat koordinasi untuk menemukan titik temu. Terakhir difasilitasi Ditjen Perhubungan Darat, kami juga mengundang warga Puncak. Jadi solusi yang kita ambil adalah mencari titik temu, tetap memperhatikan pariwisata dan perekonomian Puncak,” ungkapnya. (Yud)























Discussion about this post