BogorOne.co.id | Kota Bogor – DPC Kota Bogor menyatakan kesetiaannya dan tunduk kepada partai dan kepemimpinan AHY, hasil kongres kelima pada 15 Maret 2020 lalu.
Dan pihaknya juga bertekad melawan seluruh upaya pengkhianatan dan makar serta gerakan inskonstitusional lainnya yang bertentangan dengan AD/ART juga kode etik partai.
Hal itu diungkapkan Ketua DPC Demokrat Kota Bogor R Dodi Setiawan seiring adanya indikasi upaya kudeta kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono(AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat, yang diduga melibatkan pejabat penting di pemerintahan.
“Kami juga bertekad untuk bersatu dan solid dibawah kepemimpinan AHY untuk membesarkan Demokrat dan memenangkan pemilu nanti,” ujar Dodi, Rabu (03/02/21).
Dukungannya disertakan surat dibuat pada 30 Januari 2021 dan telah diserahkan kepada DPD Jawa Barat dan DPP. “Jadi para ketua DPC se-Jawa Barat bertemu dengan ketua DPD PD Provinsi pada 30 Januari 2021. Kami fatsun dan tegak lurus kepada AHY,” ungkap Dodi.
Sebelumnya, AHY menyatakan bahwa adanya gerakan upaya kudeta kepemimpinan Partai Demokrat. Hal itu berdasarkan informasi yang diterima dari kesaksian dari banyak pihak, dan ada pejabat penting pemerintahan yang ikut terlibat gerakan kudeta tersebut.
Namun, AHY tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. ‘”Menurut kesaksian dan testimony banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan,” ujar AHY.
Ia menyebut, bila gerakan kudeta politik ini diinisiasi oleh segelintir kader dan mantan kader. Bahkan diduga melibatkan pihak eksternal.
“Sepuluh hari yang lalu kami menerima laporan dan mendapatkan aduan dari kader demokra tentang adanya gerakan dan manufer politik oleh segelintir kader dan mantan kader demokrat serta melibatkan eksternal,” ungkapnya.
Bahkan, AHY menyebut terdapat aktor yang ingin melakukan kudeta. Tetapi, ia tak menjelaskan secara rinci siapa identitas aktor tersebut.
Kata dia, gabungan gerakan ini ada lima orang terdiri dari kader demokrat aktif, satu kader yang sudah enam tahun tidak aktif, satu mantan kader yang sudah sembilan tahun diberhentikan secara tidak hormat akibat korupsi dan satu mantan kader yang sudah keluar dari partai 3 tahun lalu,” ungkapnya.
AHY pun telah menyurati Presiden Joko Widodo untuk memberikan klarifikasi keterlibatan jajarannya terkait rencana kudeta politik.
“Saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada yang terhormat bapak Presiden Jokowi untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau, terkait kebenaran berita ini,” tandasnya. (Red)























Discussion about this post