BogorOne.co.id | Kota Bogor – Setelah sebelumnya, mendapatkan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sebesar Rp50 miliar, kini rencana pembangunan Blok 1 dan Blok 4 RSUD Kota Bogor juga mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat senilai Rp41,6 miliar.
Tetapi, meski sudah mendapat dua sumber dana dengan jumlah nominal Rp91 Miliar, namu masih tetap kurang untuk memenuhi biaya pembangunan yang mencapai Rp225 miliar.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P Sultani mengatakan, ada dua opsi yang dapat diambil oleh Pemkot Bogor untuk merealisasikan pembangunan dua blok baru RSUD.
Pertama, dengan mengucurkan anggaran yang berasal dari APBD setiap tahun hingga proyek tersebut pungkas.
“Kalau pemerintah serius, kan bisa tiap tahun kucurkan anggaran sesuai kemampuan. Jangan hanya bergantung dari bantuan provinsi atau pusat. Jadi pembangunan dibuat multiyears,” ujar Devie, Selasa (22/02/22).
Opsi kedua, sambung Devie, Pemkot Bogor bisa menghibahkan salah satu tower Rusunawa Menteng kepada RSUD untuk kepentingan blok baru.
“Saya kira dengan dihibahkannya datu tower rusunawa, anggaran Rp50 miliar dapat dimaksimalkan. Sebab, pondasi sudah ada, hanya tinggal modifikasi bangunan saja,” ucapnya.
Menurut Devie, opsi kedua tersebut sebelumnya sempat dibahas secara internal di Komisi IV, bahkan sempat dibicarakan dengan RSUD saat rapat kerja. “Sudah sempat kita bahas mengenai itu,” katanya.
Bahkan, kata dia, Komisi IV berencana menggelar rapat kerja dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) sebagai pengelola rusunawa untuk membahas perihal wacana penyerahan rusunawa kepada RSUD.
“Ya, mudah-mudahan pembahasan ini bisa dilakukan dalam waktu dekat,” harap politisi Nasdem itu.
Lebih lanjut, kata Devie, pembangunan dua blok baru di RSUD sedianya harus dapat terealisasi, mengingat rumah sakit yang dipimpin dr Ilham Chaidir itu merupakan RS rujukan. Selain itu, pasien yang ditangani pun bukan hanya dari Kota Bogor saja.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor, Rudy Mashudi mengatakan, bantuan keuangan senilai Rp50 miliar dan Rp41,6 miliar dari DAK hanya dapat digunakan untik pembangunan dua lantai Blok 1 dan Blok 4.
Atas dasar itu, pihaknya akan kembali berupaya mencari skema pembiayaan untuk penyelesaian pembangunan itu. “Ya, bisa dipihak ketigakan, atau kembali minta bantuan pusat dan provinsi,” katanya.
Direktur RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir mengatakan, bangunan utama yang saat ini masih difungsikan untuk melayani pasien RSUD Kota Bogor merupakan bangunan lama yang sudah berusia 38 tahun, sehingga sudah banyak yang harus diperbaiki.
Menurut dr Ilham, dengan adanya bantuan keuangan tersebut, kata dia, tentunya akan dibangun dengan tujuan membuat pelayanan yang lebih nyaman.
“Lihat saja pasien numpuk, gedung ini sudah 38 tahun. Jadi harus dibuat senyaman mungkin,” imbuhnya.
Ia menuturkan bahwa RSUD akan menambah fasilitas kesehatan seperti laboratorium, radiologi untuk tiga lantai di blok 4.
Selain itu, pembangunan fasilitas kesehatan baru tersebut sangat berkaitan dengan rencana statusnya yang akan berubah menjadi rumah sakit pendidikan dan rumah sakit rujukan regional.
“Selain itu nantinya teman-teman dokter spesialis akan bersekolah disini. Jadi jejaring atau tempat melakukan pendidikan bagi dokter-dokter spesialis. Sehingga bisa mengembangkan pengetahuan,” tandas dia. (Fry)
























Discussion about this post