BogorOne.co.id | Kota Bogor – DPRD Kota Bogor sikapi amburadulnya sistim dunia pendidikan, sebab selain carut marut saat PPDB hingga terjadi gratifikasi, juga terjadi kasus dugaan pencabulan olah oknum guru ASN di SD negeri Pengadilan.
Seperti diketahui, belum lama ini Polresta Bogor Kota merilis telah menangkap BBS (30) seorang guru ASN terduga pelaku pelecehan seksual di SD Pengadilan.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie P. Sultani mengaku miris dan prihatin kepada para korban.
Menurut dia, bahwa sekolah seharusnya bisa menjadi rumah kedua bagi para siswa, tetap saat ini malah menjadi tempat yang menyimpan trauma bagi para korban pelecehan.
Dia mengaku sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Tetapi intinya kata Devie, pihaknya di DPRD Kota Bogor siap memberikan perlindungan dan membantu proses pemulihan para korban.
“Ini merupakan kenyataan pahit yang harus kita telan bahwa sekolah bukan lagi tempat yang aman,” kata Devie.
Menyikapi amburadulnya dunia pendidikan, dirinya mempertanyakan Predikat Kota Layak Anak yang baru-baru ini disematkan ke Kota Bogor.
“Apakah memang benar, Kota Hujan sudah layak untuk anak?. Apakah visi misi Kota Ramah Keluarga sudah tercapai di akhir masa jabatan Wali Kota Bima Arya?,” tanya Devie.
Mengenai persoalan yang komplek di dunia pendidikan Devie mengaku, akan mengambil langkah tegas dengan melakukan rapat kerja khusus membahas persoalan sektor pendidikan.
Masih kata Politisi Nasdem itu, bahwa predikat itu seharusnya betul betul dirasakan oleh warga Kota Bogor. Tetapi
dia sendiri mengaku bahwa kondisi saat yang banyak kasus menimpa anak merasa sangat tidak nyaman.
“Kami akan menggunakan fungsi pengawasan, dengan menggelar rapat kerja khusus membahas hal ini dalam beberapa waktu ke depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Devie menekankan, dengan adanya kekacauan dan porak porandanya dunia pendidikan maka harus ada yang bertanggungjawab. (Fry)
























Discussion about this post