BogorOne.co.id | Citeureup – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) mempertegas komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui aksi nyata Penanaman Pohon Endemi Lokal Bogor. Agenda yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 ini berlangsung di Tiga Roda Edu-Green Park, Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin 22 Juni 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Indocement Oey Marcos, General Manager Kompleks Pabrik Citeureup Setia Wijaya, Corporate Secretary Dani Handajani, Deputy GM Operation Support Retnawan Widhiantoro, serta CSR Manager Gadang Wardono.
Turut hadir sebagai wujud kolaborasi multipihak (pentahelix) antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor Teuku Mulya, S.T., M.T., unsur Muspika Kecamatan Citeureup, Pemerintah Desa Tajur dan Hambalang, mitra usaha, serta Forum Pemimpin Redaksi Media Terverifikasi Bogor.
Dalam aksi hijau ini, Indocement menanam sejumlah pohon lokal khas Bogor yang mulai langka, seperti jenis Binong, Kemang, dan Sempur. Penanaman ini menjadi langkah konkret perusahaan dalam mendukung rehabilitasi ekosistem serta pelestarian spesies lokal yang memiliki nilai ekologis tinggi bagi kawasan Bogor.
Jawab Tantangan Triple Planetary Crisis
Direktur Indocement, Oey Marcos, menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus dimaknai lebih dari sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, ini adalah panggilan mendesak untuk merespons eskalasi Triple Planetary Crisis, yaitu perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi.
“Keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari pencapaian kinerja ekonomi, tetapi juga dari kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai (value) bagi lingkungan dan masyarakat. Keberlanjutan adalah landasan utama dalam setiap proses pengambilan keputusan operasional kami,” tegas Oey Marcos.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sendiri mengusung tema global “Inspired by Nature, For Climate, For Our Future” dengan tagar #NowForClimate, sementara tema nasional mengangkat tajuk “Saatnya Bekerja untuk Iklim”. Momentum ini dimanfaatkan Indocement untuk mempercepat transformasi menuju ekonomi rendah karbon.
Gerakan Serentak di Seluruh Unit Operasi
Corporate Secretary Indocement, Dani Handajani, menambahkan bahwa rangkaian aksi iklim ini tidak hanya berpusat di Citeureup, melainkan dilaksanakan secara serentak di seluruh unit operasi, terminal semen, hingga anak perusahaan Indocement di Indonesia. Program yang dijalankan meliputi penanaman pohon khas daerah setempat, gerakan cleanup day, serta seminar edukasi lingkungan untuk karyawan dan warga sekitar.
Selain aksi penanaman pohon, produsen Semen Tiga Roda ini terus menggulirkan berbagai inovasi hijau di lini operasional yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Beberapa langkah strategis yang telah berjalan di antaranya:
Efisiensi Energi: Meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif (pencampuran sampah/RDF) dan bahan baku alternatif secara bertanggung jawab.
Reduksi Emisi: Memangkas emisi gas rumah kaca melalui inovasi teknologi dan optimalisasi proses produksi semen.
Sistem Digital: Memperkuat sistem pengendalian emisi dan pemantauan lingkungan berbasis teknologi terkini secara real-time.
Konservasi Hayati: Melakukan rehabilitasi area pascatambang secara konsisten guna mengembalikan fungsi keanekaragaman hayati.
Melalui kolaborasi erat bersama Pemerintah Kabupaten Bogor, masyarakat, dan media, Indocement berharap aksi penanaman pohon endemi ini mampu memicu kesadaran kolektif yang lebih masif demi mewujudkan masa depan Bogor yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
Editor : Muttaqien

























Discussion about this post