BogorOne.co.id | Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor melepas keberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama calon jemaah haji musim 2026 di Masjid Raya Bogor, Sabtu, 2 Mei 2026. Di balik pemberangkatan 444 jemaah itu, antrean haji di Kota Bogor tercatat mencapai 24.479 orang dengan masa tunggu hingga 29 tahun.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan panjangnya daftar tunggu menjadi persoalan serius, terutama bagi calon jemaah lanjut usia yang harus menanti dalam waktu lama. Dari total antrean tersebut, sebanyak 1.929 orang merupakan lansia.
“Yang masih menjadi catatan, saat ini ada 24.479 daftar tunggu calon jemaah haji asal Kota Bogor, di mana 1.929 di antaranya adalah lansia. Masa tunggunya saat ini mencapai 29 tahun,” kata Dedie.
Menurut Dedie, pemerintah berharap ada penambahan kuota atau kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia agar antrean keberangkatan bisa dipercepat.
Pada musim haji 2026, sebanyak 787 calon jemaah haji asal Kota Bogor dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci dalam dua kloter, yakni kloter 10 dan kloter 27.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bogor Indra Kurniawan mengatakan kloter pertama yang diberangkatkan hari ini berjumlah 444 orang. Mereka langsung menuju Asrama Haji Bekasi sebelum diterbangkan ke Arab Saudi pada Ahad pagi melalui Bandara Soekarno-Hatta.
“Setelah resmi dilepas, rombongan langsung berangkat menuju asrama haji di Bekasi. Besok paginya sekitar pukul 9 mereka diberangkatkan menuju Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Indra.
Ia menjelaskan, kloter 10 semula berisi 445 jemaah dan enam petugas. Namun satu calon jemaah wafat sebelum keberangkatan sehingga tersisa satu kursi kosong yang kemungkinan diisi jemaah dari daerah lain.
Adapun pemberangkatan kloter kedua dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026 dengan jumlah 328 jemaah.
Indra menambahkan usia jemaah tahun ini berkisar antara 22 hingga 84 tahun. Berdasarkan kuota lansia terdapat 16 orang, namun jika mengacu pada data kesehatan, jumlah jemaah kategori lansia mencapai 68 orang.
Menurut dia, kondisi kesehatan seluruh jemaah saat ini dinyatakan baik. Meski sebelumnya sempat ditemukan jemaah dengan kadar hemoglobin rendah, kondisi tersebut telah kembali normal.
Selain menjaga kebugaran, jemaah juga diminta mewaspadai cuaca panas ekstrem di Tanah Suci. Suhu udara selama musim haji tahun ini diperkirakan mencapai 45 hingga 48 derajat Celsius.
Reporter : Resha Bunai
Editor : R. Muttaqien
























Discussion about this post